BusinessEconomicHeadline NewsTourism

CEO Business Forum Indonesia Rayakan Hari Jadinya Yang Pertama

Seratus lebih CEO berkumpul di Ballroom Restoran Angke, Kepala Gading  Jakarta Utara, Kamis Malam, 8 Juni 2017. Kehadiran mereka disini untuk merayakan hari jadi CEO Business Forum (CBF) Indonesia yang pertama.  CBF Indonesia merupakan organisasi para CEO yang memiliki misi mulia yakni  membantu pemerintah dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.  CBF Indonesia  ini didirikan oleh Chief Consulting Officer Direxion, Jahja B.Soenarjo sekaligus sebagai Ketua Umum CBF.Indonesia.

Perayaan berlangsung meriah dan  penuh  keakraban sesama  CEO yang hadir. Para orang-orang  hebat yang dihadir di acara perayaan hari jadi CBF ini, diantaranya Susanti Widjaya (Pemilik Bakmi Naga) sekaligus Sekjen CBF Indonesia,   Peter Leeansyah (Pemilik Restoran Angke) .  Dharma Surjaputra ( Pemilik PT Cosmos Indonesia),  Hengki Setiawan (Pemilik Telesindo) dan Lyra Puspa (Pemilik Venaya Institute). Tidak ketinggalan  Putty Erwina (Putri Pariwisata Indonesia DKI 2016) sebagai icon Kepulauan Seribu dan Kota Tua Jakarta juga ikut hadir dalam acara ini.

Bahkan acara semakin bermakna dengan kehadiran Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dan Ketua Pokja Tim Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Kementerian Pariwisata RI Hiramsyah S  Thaib. Bahkan di acara ini Menpar dinobatkan sebagai Dewan Kehormatan CBF Indonesia.

Puncak perayaan hari jadi CBF Indoensia yang pertama ditandai dengan dengan  pemotongan kue ulang tahun oleh Menpar didampingi Ketua Umum CBF Indonesia Jahja B Soenarjo, Sekjen CBF Indonesia Susanti Widjaya dan Peter Leeansyah selaku tuan rumah.

Dalam sambutannya, Ketua Umum CBF Indonesia Jahja B Soenarjo mengatakan  tujuannya didirkan CBF ini untuk mengumpulkan para pengusaha yang memiliki visi yang sama untuk membangun satu komunitas dalam mengutamakan nilai-nilai pembelajaran, kebersamaan, sinergi dan membangun karakter melandasi keinginan kuat untuk menjadi pemain berkelas dunia

“Jadi nanti kedepan CEO bisnis forum ini akan menjadi organisasi  atau perkumpulan yang berbadan hukum dan saya sangat bangga sekali. Memang kerjanya cape dan boro-boro ada duit, yanga ada  harus pake duit sendiri,  tapi saya sangat senang,  karena dari dulu saya senang berorganisasi . Senang sekali berorganisasi tujuannya adalah untuk kemaslahatan banyak orang,” kata Jahja dihadapan seratus lebih CEO.

Karena itu melalui organisasi, Jahja  mengajak para CEO untuk memberikan sesuatu  yang terbaik untuk bangsa dan negeri ini. “Saya minta para CEO yang tergabung dalam banyak organisasi lakukanlah sesuatu untuk bangsa dan negara ini dan sinergi,  salah satunya adalah untuk program pak arief dalam meningkatkan jumlah wisatawan masuk ke Indonesia,” ujar Jahja.

Sementara itu, dalam sambutannya  Menpar merasa bangga berada bersama  orang-orang hebat. Menpar pun mengapresiasi dibentuknya organisasi para CEO ini. Dalam kesempatan ini  Menpar menjelaskan perkembangan pariwisata Indonesia termasuk investasi di sektor pariwisata.

Terkait Investasi, Menpar berharap dari CEO yang hadir  diacara ini untuk dapat ikut menanamkan modalnya di tempat wisata khususnya di 10 destinasi prioritas. Menpar mengakui presentase  investor dalam negeri yang bergerak di sektor pariwisata saat ini hanya 10 persen.

“Nanti anda-anda pasti protes ke saya, kenapa pak menteri berikan ke orang asing. Tidak pasti bapak-bapak yang saya dahulukan. Saya sempat seneng kalo 2015 itu posisinya 75-25, luar negeri 75 persen, domestik 25 persen. Eeehhh tahun 2016 jadi 90-10 jadi aneh.,”kata Menpar.

Menurut Menpar, pemerintah sudah berjanji akan membangun infrastuktur yang menunjang di objek wisata. Bahkan infrastukrut itu sudah ada selesai dan juga ada yang sedang diselesaikan. Menpar mengaku dirinya bersama Hiramsyah siap dihubungi kapan pun untuk memberikan informasi kepada para CEO yang ingin berinvestasi di sektor pariwisata.

“Aneh kalo rekan-rekan didalam negeri ini tidak kebagian investasi padahal pemerintah berjanji untuk membangun fasilitas  sampai dengan titik itu. Jadi klo itu sudah  jadi kawasan ekonomi khusus Pak, pariwisata pasti berkembang,  kalo ga percaya bisa konfirmn ke Pak Presiden apakah benar Pak Presiden akan membangun tol  atau rekan-rekan datang aja sendiri tol nya dibangun beneran ga. Kalo rekan-rekan menunda kaya gini anak kecil juga tau harganya akan jadi dua kali lipat jadi kita nanti diskusi,” tambah Menpar.

Setelah sambutan dari Ketua Umum CBF Indonesia dan Menpar, acara dilanjutkan dengan pembagian doorprize sambil santap makan malam.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button