Cinthia Kusuma Rani Curi Perhatian di Karantina Miss Earth 2019
Hari pertama karantina Miss Earth 2019 sudah dimulai dengan kedatangan peserta dari berbagai negara. Karantina yang berlangsung hampir mau sebulan dimulai dari dari tanggal 28 September sampai dengan 26 Oktober 2019.
Ajang kecantikan dunia yang khusus konsen dibidang lingkungan ini memasuki tahun ke 19 penyelenggaraannya, diikuti 84 negara dan malam grand final diadakan Jesse M. Robredo Coliseum, Naga, Philippines.
Indonesia dibawah Yayasan El John Indonesia tahun ini diwakili adalah Cinthia Kusuma Rani Miss Earth Indonesia 2019 dan tahun ini adalah tahun ketujuh Indonesia berpartisipasi sejak tahun 2013.
Hari pertama karantina dimulai dengan agenda berkunjung ke City Park Hotel Manila, disini Cinthia bersama semua finalis diajak ramah tamah dengan para blogger yang ada di Filipina.
Mengenakan dress warna merah cerah dipadukan dengan aksessories berupa bunga anggrek putih yang terlihat manis menghias ditepian sisi rambut Cinthia. Tahun ini Miss Earth 2019 secara khusus mengajak semua finalis dari berbagai negara, membawa bunga khas negaranya masing-masing dalam bentuk aksesories, namun tidak mengunakan bahan dari plastik.
Cinthia sendiri mengangkat bunga Anggrek yang menjadi Bunga nasional adalah bunga yang dapat mewakili karakteristik sebuah bangsa dan negara. Indonesia sendiri memiliki tiga bunga nasional yang sudah ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 4/1993, yaitu Bunga Melati sebagai Puspa Bangsa, Bunga Anggrek sebagai Puspa Pesona dan Bunga Padma (Rafflesia arnoldii) sebagai puspa langka.
Mengenakan Bunga Anggrek, kecantikan Cinthia mencuri perhatian berbagai awak media diacara Bloggers Day dihari pertama karantina Miss Earth 2019 saat sesi interview dan foto bersama dengan sesama kontestan.
Selain itu Cinthia juga terlihat akrab dengan wakil tuan rumah yaitu Janelle Lazo Tee yang juga teman sekamarnya selama di karantina Miss Earth 2019.
Malam harinya agenda karantina hari pertama ditutup dengan dinner bersama termasuk dengan pemenang Miss Earth 2018 Nguyen Phong Khanh asal Vietnam.
Penulis : Irwansyah
