Citilink Berkomitmen Dukung Pariwisata di Yogyakarta dan Medan
Maskapai Penerbangan Citilink benar-benar menunjukan eksitensinya dalam mendukung pariwisata nasional. Hal ini dibuktikan dengan dibukanya penerbangan rute Yogyakarta-Kualanamu (Medan) Pulang Pergi (PP). Diharapkan pembukaan rute ini bukan sekedar berorientasi binis namun juga dapat mengembangkan pariwisata di dua daerah tersebut.
Dalam keterangan persnya, Direktur Utama Citilink Juliadra Nurtjahjo mengatakan pihaknya melihat Yogyakarta dan Medan sebagai daerah yang memiliki potensi pariwisata yang banyak diminati wisatawan. Karena kehadiran Citilink untuk terbang di langit Yogyakarta dan Medan dapat memperkuat posisi kedua daerah sebagai daerah yang menyimpan banyak tempat wisata sehingga dapat menumbuhkan perekonomian dan mampu mendongkarkan kunjungan jumlah wisatawan. Bahkan kedua daerah ini disebut-sebut memegang posisi strategis dalam jalur konektivitas nusantara.
Jika tidak ada hambatan, pembukaan rute baru Yogyakarta-Kualanamu (PP) dapat dilangsungkan pada tanggal 20 September 2017 mendatang. Penerbangan langsung rute baru Medan – Yogyakarta menggunakan pesawat Airbus A320 Neo dengan kapasitas 180 penumpang. Penerbangan dengan kode terbang QG 980 tersebut akan ditempuh dalam tiga jam lima menit dengan waktu keberangkatan dari Medan pukul 12.00 WIB dan tiba di Yogyakarta pukul 15.05 WIB.
Sedangkan penerbangan Yogyakarta – Medan dengan nomor penerbangan QG 981 akan ditempuh dalam dua jam 55 menit dengan waktu keberangkatan pukul 15.55 WIB dan tiba di Medan pukul 18.50 WIB.Pembukaan rute ini juga bagian dukungan Citilink terhadap program-program Kementerian Pariwisata.
“Yogyakarta merupakan salah satu destinasi yang penting dalam peta pariwisata nasional dan kini masuk dalam sepuluh destinasi wisata prioritas sehingga penerbangan langsung ini dapat mempercepat realisasi target pemerintah dan diharapkan menjadikan Yogyakarta sebagai kontributor utama dalam pencapaian target tersebut,” ujar Juliandra dalam keterangan resminya di Jakarta, kemarin.
Dengan tingkat pertumbuhan ekonomi 5,12 persen (diatas pertumbuhan ekonomi nasional yaitu 5,01 persen – data BPS kuartal I 2017) membuat Yogyakarta tergolong sebagai daerah yang terus bertumbuh. Terlebih kota pelajar ini masih menjadi kota favorit mahasiswa Indonesia untuk menuntut ilmu yang dibuktikan dengan banyaknya jumlah perguruan tinggi yang terdapat di Yogyakarta.
Konektivitas ke Medan dan Sumatera Utara secara umum dapat mempercepat peningkatan skala bisnis kedua provinsi, mengingat tingkat pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara mencapai 5,18 persen pada tahun 2016. Hal itu juga ditopang dengan kekayaan alam dan keindahan Danau Toba yang kini sedang berjuang memperoleh status sebagai kawasan Geopark dunia.
“Dengan berbagai potensi luar biasa yang dimiliki oleh kedua daerah tersebut, Citilink Indonesia optimis bisa mencapai target rata-rata tingkat keterisian kursi (Seat Load Factor – SLF) minimum sebesar 85 persen pada rute penerbangan tersebut,” lanjutnya.
