Coklat Akan Punah Akibat Pemanasan Global
Dampak Global warming atau pemanasan global diklaim akan menyulitkan pertumbuhan tanaman kakao akibat penyesuaian iklim yang kerap berubah secara drastis.
Akibatnya, warga bumi akan kehilangan cokelat karena global warming.
Hal ini disebabkan karena tanaman kakao (penghasil cokelat) hanya bisa tumbuh dalam kondisi lingkungan yang spesifik yaitu kelembapan tinggi dan curah hujan yang melimpah.
Pohon ini akan kehilangan kelembapan karena cuaca panas ekstrem.
Beberapa negara penghasil cokelat misalnya Ghana akan dipaksa untuk memilih antara mendorong produksi kakao ke area gunung. Namun di sisi lain hal ini akan menyebabkan masalah untuk kehidupan liar. Pilihan kedua adalah mereka harus ‘menyerah’ pada cokelat.
Mengutip Metro, stok produksi cokelat di tahun lalu diprediksi mengalami defisit karena konsumsi berlebihan.
Pemanasan global ini akan menyebabkan defisit 100 ribu ton cokelat per tahun.
“Tidak seperti tanaman lain yang bisa diambil keuntungannya dari pengembangan pertanian modern, kultivasi lahan, serta manajemen teknik pertanian untuk mendapatkan gen yang potensial, sekitar 90 persen tanaman cokelat dunia diproduksi oleh pengusaha kecil dari pertanian subsisten dengan bahan tanam yang sederhana,” kata Dough Hawkins dari Hardman Agribusiness kepada Mail Online.
