Dampak Virus Corona, 826 Hotel di Indonesia Tutup

0
Dampak Virus Corona, 826 Hotel di Indonesia Tutup

Merebaknya wabah virus corona (covid-19) yang melanda beberapa negara termasuk Indonesia menimbulkan dampak yang sangat signifikan bagi semua sektor, termasuk bisnis perhotelan.

Hal tersebut diperparah dengan adanya kebijakan pemerintah yang menutup wisatawan asing masuk ke Indonesia dan penerapan warga Indonesia untuk work from home (WFH) demi memutus mata rantai covid-19.

Tak hayal, banyak sebagian hotel menutup sementara sampai batas waktu yang belum ditentukan dan merumahkan sebagian karyawannya karena anjloknya tingkat okupansi.

Menurut Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Rainier H Daulay, sudah 826 hotel terpaksa menutup operasionalnya imbas virus corona.

“Seluruh Indonesia yang menutup hotel sudah 826. Karena dampak Covid-19 ini, setiap hari juga bakal bertambah hotel yang akan tutup,” ungkap Rainier kepada eljohnnews.com, Jumat (3/4).

Rainier mengungkapkan, bahwa hotel-hotel yang ada di Jakarta lah yang mengalami dampak paling parah imbas Covid-19. Dikarenakan DKI statusnya sebagai zona merah penularan virus ini dan sehingga menyebabkan okupansi hotel di Jakarta mengalami penurunan drastis.

Melihat hal tersebut, Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi P. Sukamdani, mengatakan dampak virus corona terhadap ekonomi ini yang kita tidak pernah lihat akan sampai mana. Di sektor hotel dan restoran sudah mulai terasa sekali dampaknya. Jadi ini sudah suatu hal yang serius.

“Kondisi tersebut sudah tidak ideal bagi operasional hotel. Karenanya, dampak selanjutnya bisa berujung pada sejumlah langkah efisiensi. Kalau okupansi rata-rata sudah turun, pasti akan mengalami penutupan sementara hotel dan merumahkan karyawan,”

Lebih jauh, sepinya pariwisata akibat penyebaran virus ini berdampak pada lesunya bisnis hotel di Indonesia. PHRI mencatat, rata-rata okupansi hotel hanya 20%. Artinya, ada 80% kamar kosong, khususnya di daerah-daerah yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *