Destinasi Wisata Jadi Tantangan Daerah

0
Tamansari Jat

Tidak dapat dipungkiri, persaingan destinasi wisata antardaerah kini berlangsung sangat ketat. Bagi pemerintah daerah yang mengandalkan pemasukan dari akomodasi pariwisata, maka kondisi tersebut menjadi tantangan serius.

Menurut Wakil Walikota Yogya Heroe Poerwadi, banyak wilayah yang semula mengandalkan pemasukan dari sumber daya alam, kini mulai beralih menggarap sektor pariwisata. “Sekarang ini hampir setiap wilayah berlomba-lomba untuk membangun destinasi wisata yang menarik. Apalagi daerah tersebut mulai memahami bahwa mereka bisa menjadi daerah tujuan wisata,” jelasnya.

Oleh karena itu ketatnya persaingan destinasi wisata tidak bisa dipandang remeh. Terutama bagi Kota Yogya yang selama ini aktivitas perekonomiannya banyak ditopang oleh industri pariwisata.

“Yogya memiliki keuntungan dari segi budaya tradisional yang masih terpelihara dengan baik, namun kenyamanan wisatawan tetap menjadi faktor utama yang harus diperhatikan. Salah satunya penyediaan infrastruktur transportasi yang memadai,” urainya.

Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogya Maryustion Tonang, menyebut Malioboro masih menjadi magnet utama wisata di Kota Yogya. Kondisi itu terlihat jelas saat libur Lebaran. Total jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Yogya selama libur Lebaran tercatat sebanyak 113.822 orang.

Jumlah tersebut dihitung dari beberapa destinasi wisata yaitu Taman Pintar, Kraton Yogyakarta, Gembira Loka Zoo, Museum Benteng, Museum Sonobudoyo, De Mata, De Arca dan De Walik, serta Tamansari. “Kalau jumlah pengunjung di Malioboro belum bisa kami hitung dari sisi kuantitas. Tetapi secara kualitas sudah terlihat jelas jika tingkat pengunjung selalu ramai,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *