Di Tangan Pemuda Makassar ini, Kopi Disulap Jadi Pewangi Sepatu
Kopi ternyata tak hanya diperuntukkan sebagai minuman saja, tapi juga bisa diolah menjadi pewangi dan penghilang bau sepatu. Teori ini sejatinya sudah umum namun di tangan pemuda asli Makassar Sulsel ini, kopi disulap menjadi parfum sepatu kemudian dipasarkan hingga ke mancanegara.
Awalnya, ide membuka usaha ini muncul ketika Taufik, Co-Founder Zham Shoe Cleaner gemar memakai sepatu snickers dan suka traveling. Menyadari sepatunya butuh perawatan lebih agar terhindar dari bau apek. Namun, ia tidak punya waktu luang untuk itu.
“Saya melihat tidak ada produk yang bisa memenuhi kebutuhan saya. Saya orangnya mobile, sepatu saya butuh bersih. Tapi tidak setiap orang bisa meluangkan waktunya untuk membersihkan sepatu,” katanya usai melaunching produknya di Kopi Teori, Jalan Beruang, Makassar, Minggu (4/3).
Taufik melakukan penelitian selama tiga bulan. Bahannya yaitu hasil roasting kopi arabika lokal dipadukan dengan bahan kimia pembunuh bakteri. Karyanya diberi nama Fabric Mist.
“Kopi kami pilih karena cenderung lebih kuat menyerap aroma-aroma yang tidak baik dibanding aroma seperti teh dan lainnya,” katanya.
Untuk pemasaran produk mereka bisa didapatkan di Kopi Teori Makassar, Yogyakarta, dan Bali. Mereka juga menjual online di media sosial Instagram. Untuk pemasaran ke luar negeri, mereka sudah punya store di Malaysia dan Singapura.
“Kita langsung target pasar luar negeri. Kalau penjualan di Makassar laku dari 50-100 unit sehari. Kalau yang dikirim ke Malaysia dan Singapura rinciannya hampir sama. Total produk kami yang diekspor keluar negeri sekitar 1000an perbulan,” beber Taufik.
Pemakainnya pun cukup mudah, tinggal disemprotkan ke sepatu dan diangin-anginkan sebelum dipakai. Parfum ini juga bisa dipakai di helm dan jaket, hingga spray. Soal harga, satu produk parfum Fabric Mist ukuran 260, 100, dan 50 ml dibanderol mulai Rp 50-110 ribu.
“Aroma kopi dimix dengan pencuci sepatu ini untuk pertama kali di Indonesia. Sudah banyak yang mengikuti temuan kami tapi saya yakin produknya tidak sebaik punya kami,” tambah Taufik.
