Dibutuhkan Investasi Senilai Rp 5041 Triliun Untuk Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 2018
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/8). Rapat tersebut membahas tentang penerbitan saham terbatas atau "rights issue" empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni PT Wijaya Karya Tbk, PT Jasa Marga Tbk, PT Krakatau Steel Tbk, dan PT Pembangunan Perumahan Tbk serta membahas rencana pembentukan "holding" BUMN. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc/16.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan pemerintah menargetkan angka pertumbuhan ekonomi tahun 2018 tembus ke angka 5,4 persen. Menurut Menkeu untuk mencapai angka tersebut perlu investasi yang nilainya mencapai Rp 5.041 triliun.
Menkeu mengaku pekerjaan yang tidak mudah untuk mendapat nilai invetasi yang begitu besar. Meski demikian Menkeu tidak mau berputus asa dan terus menyemangati peran swasta yang memiliki kontribusi dalam mengkatrol pertumbuhan ekonomi nasional. Menkeu berharap ada pertumbuhan yang signifikan terhadap laju investasi swasta dibandingkan investasi pemerintah. Untuk bisa mendukung pertumbuhan investasi swasta maka perlu adanya perbaikan iklim investasi.
“Perlu adanya penghapusan hambatan agar sektor swasta bisa berkembang. Terutama di sektor utama dan prioritas,” ujar Menkeu saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XI, di Jakarta, Selasa, 13 Juni 2017.
Menkeu menegaskan kuncinya koordinasi utamanya yang berkaitan dengan pembiayaan investasi. Pembiyaan investasi harus didorong dan dikelola secara berkoordinasi. Ia mengatakan komponen belanja modal, kegiatan pasar modal, belanja modal BUMN, penyaluran kredit perbankan serta kemudahan kredit investasi dan penguatan investasi langsung dalam bentuk PMA maupun PMDN.
Dari sisi pembiayaan investasi yang berasal dari pasar modal, pemerintah berharap pada 2018 bisa mencapai Rp 882 triliun atau sekitar 17,1 persen dari kebutuhan pembiayaan investasi. Ia mengatakan paling tidak Rp 882 ini bisa didapat dari IPO yang tumbuh sebesar 10 persen di 2017 dan tumbuh 15 persen di 2018 mendatang.
Selain itu, perlu ada pertumbuhan di right issue paling tidak 18 persen pada 2017 ini dan 20 persen pada 2018 mendatang. Tak hanya itu, emisi corporate bond juga harus tumbuh minimal 25 persen di 2017 dan 27 persen di 2018.
“Dari kami, kami dan OJK akan menciptakan relaksasi dan inovasi kebijakan agar akses dan ketertarikan masyarakat kepada pasar modal bisa lebih besar,” ujar Menkeu.