Digadang-gadang Sebagai Ibukota, Apa Saja Tempat Wisata di Palangkaraya?

0
DCIM100MEDIADJI_0051.JPG

DCIM100MEDIADJI_0051.JPG

Palangkarya, Kalimantan Tengah disebut-sebut sebagai daerah yang akan menggantikan Jakarta sebagai Ibukota Negara. Bahkan ide pemindahan Ibukota ke Palangkaraya sudah muncul sejak zaman kepemimpinan Soekarno.

Lantas mengapa harus Palangkaraya yang dipilih untuk  menggantikan Jakarta sebagai Ibukota?

Posisi Palangkaraya yang berada ditengah-tengah menjadi alasan  pemerintah mengarahkan pandangannya kepada kota yang dikenal sebagai sebutan kota cantik ini. Selain itu, Palangkaraya juga memiliki luas lahan yang dapat menampung pembangunan layaknya Ibukota. Tak hanya itu, posisi geografis Palangkaraya juga menentukan, karena wilayah ini terdiri dari daratan dan tidak ada gunung. Palangkaraya selama ini juga tidak pernah tertimpa gempa.

Alasan-alasan itu semua masuk akal jika Palangkaraya dipilih sebagai Ibukota, namun akan terasa abdol jika Ibukota memiliki destinasi wisata yang menarik. Apa saja sih, destinasi wisata yang ada di Palangkaraya, berikut daftarnya.

  1. Menyusuri Sungai Kahayan

Palangkaraya dilewati salah satu sungai terbesar di Kalteng, yaitu Sungai Kahayan. Jika Anda menyukai petualangan dan berjalan-jalan menggunakan perahu motor, wisata susur sungai cocok untuk dilakukan.Di bantaran sungai itu sedikitnya ada belasan perahu wisata berkapasitas 10 orang, juga Kapal Motor Lasang Teras Garu yang lebih besar. Wisatawan akan dibawa susur sungai selama satu jam. Perahu wisata juga akan mengantarkan wisatawan ke beberapa lokasi menarik di sekitar sungai. Salah satunya adalah lokasi pertapaan pahlawan nasional asal Kalteng, Tjilik Riwut.

  1. Desa Wisata Sei Gohong

 

Desa wisata ini menyimpan ragam kekayaan budaya milik Kalimantan Tengah. Jika Anda ingin menelusuri kakayaan budaya, adat, hingga kesenian Kalteng, maka tempat ini wajib disambangi. Lokasi desa wisata ini sekitar 32 kilometer arah barat Palangkaraya.Di desa ini terdapat Huma Hai, atau rumah besar sekaligus rumah tradisional Kalimantan Tengah yang bersejarah. Selain itu di desa ini, wisatawan dapat  merasakan suasana pedesaan yang menenangkan untuk melepas penat, pemandangan perkebunaan tumbuhan lokal seperti terong, kacang, daun singkong, bawang lemba dan buah naga yang tersusun rapi di tepi jalan serta aktivitas para penduduk lokal yang sedang merapikan kebunnya  dapat menjadi hal yang menarik untuk diperhatikan sepanjang perjalanan menuju ke dalam Desa Sei Gohong, namun jika anda berminat anda juga bisa membeli hasil panen perkebunan tersebut dengan memetik sendiri buah atau sayur dari batangnya sesuai yang anda inginkan dan tentunya masih segar.

  1. Tugu Soekarno

Tugu yang juga merupakan Tugu Peringatan Provinsi Kalteng ini berada sekitar 300 meter dari kawasan Flamboyan. Tugu Soekarno ini merupakan tempat presiden pertama Republik Indonesia meresmikan tiang pertama pembangunan Kota Palangkaraya, yaitu pada 17 Juli 1957. Kawasan tugu ini berbentuk seperti taman kota, dengan monumen-monumen tiang pembangunan dan patung Ir Soekarno. Letaknya yang berada di sisi Sungai Kahayan membuat taman kota ini menjadi salah satu spot terbaik menikmati senja dengan pemandangan Jembatan Kahayan.

  1. Rumah Tjilik Riwut dan Rumah Bentang Suku Dayak

Sekitar 100 meter dari Tugu Soekarno, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman, Anda akan menemukan Rumah Tjilik Riwut. Rumah tersebut merupakan tempat tinggal pahlawan nasional Tjilik Riwut. Di seberangnya terdapat Rumah Betang Mandala Wisata, yang merupakan rumah adat Suku Dayak. Rumah ini berbentuk memanjang dan biasa ditinggali oleh beberapa suku sekaligus. Meski rumah betang asli suku dayak memiliki ukuran lebih panjang dari ini, tetapi Anda bisa belajar banyak tentang budaya pembangunan rumah khas Suku Dayak. Sebagai gambaran rumah Suku Dayak yang asli, di dalamnya terdapat ruangan-ruangan khusus seperti sanding, yaitu ruangan yang menyimpan tulang belulang nenek moyang.

  1. Taman Nasional Sebangau

Di sinilah tempat Anda menikmati kekayaan flora dan fauna Palangkaraya, Kalteng. Taman Nasional (TN) ini merupakan habitat asli orangutan dan suasananya masih alami. Luasnya yang mencapai 568.700 hektar membuat TN ini menjadi tempat hidup bagi 808 jenis tumbuhan, 15 jenis mamalia, 182 jenis burung, dan 54 jenis ular. Meski begitu, TN ini tak hanya sebagai kawasan konservasi, tetapi terbuka juga untuk wisatawan yang ingin menjelajah keanekaragaman ekosistemnya.

  1. Danau Tahai

 

Danau ini berada di Desa Tahai, Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangkaraya. Di danau ini Anda bisa melepas penat dari riuhnya perkotaan, karena menyuguhkan suasana yang begitu tenang dan rindang. Pemandangan alamnya semakin indah dengan adanya jembatan kayu yang menghubungkan antara hutan dan danau. Danau Tahai berjarak sekitar 30 kilometer ke arah Sampit dari pusat Kota Palangkaraya.

  1. Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling

Satu lagi tempat untuk Anda melepas penat di Palangkaraya. Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling adalah tempat Anda memandangi indahnya alam Kota Palangkaraya dari atas ketinggian dengan udara yang begitu sejuk. Taman wisata alam ini terletak di Kelurahan Banturung dan Kelurahan Tangkiling, Kecamatan Bukit Batu. Untuk menuju ke sini, Anda perlu menampuh jarak kurang lebih 45 kilometer, atau 30 menit perjalanan dari pusat Kota Palangkaraya. (Sumber kompas.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *