CultureEconomicHeadline News

Dinas Dukcapil DKI Prediksi Ada 68 Ribu Pendatang Baru Datang ke Jakarta Usai Lebaran

Mudik Lebaran membawa manfaat bagi jalan-jalan di Ibukota  yang biasanya macet, kini hampir semua jalan di Jakarta  lengang   saat libur Lebaran. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebut ada 60 persen jumlah penduduk di Jakarta yang berlebaran di kampung halamannya. Namun lengangnya Jakarta hanya sementara, karena dalam waktu dekat Jakarta akan kembali beraktivitas.

Bukan hanya mereka yang mudik yang kembali ke Jakarta,  namun  seperti menjadi tradisi, usai lebaran banyak pendatang baru yang berbondong-bondong ke Jakarta.Bahkan Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta memprediksi jumlah pendatang baru dari luar Jakarta pasca-Lebaran mencapai 68 ribu orang. Pendatang baru, biasanya masuk secara bertahap seiring dengan arus balik. “Kemungkinan sekitar segitu. Enggak sampai 100 ribu,” Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta, Edison Sianturi di Jakarta, Jumat, 30 Juni 2017.
Edison mengatakan ,  ada potensi jumlah pendatang baru bakal serupa jumlahnya dengan tahun lalu, yang mencapai 68.763 orang. Namun jumlah tersebut disinyalir tak hanya datang ke Jakarta namun ada beberapa kota besar yang akan disinggahi para pendatang baru ini, kota-kota itu diantaranya Surabaya dan Bandung. “Ini memang sudah jadi konsekuensi kota-kota besar, diserbu pendatang baru,” ujarnya.

Hadirnya para pendatang baru ini seakan menjadi tugas rutin Pemprov DKI Jakarta setiap usai lebaran. Jika ingin tidak ada beban, Pemprov  DKI Jakarta harus serius menangani para pendatang baru ini. Menurut Edison, kebanyakan mereka yang baru menginjakan kakinya di Jakarta ini nekad beradu nasib tanpa keahlian atau pengalaman kerja yang memadai. Biasanya para pendatang baru ini  datang ke Jakarta, karena  diajak rekannya dengan diiming-imingin mudahnya mencari kerja di Jakarta. Kendati demikian Pemprov DKI tak bisa menangkal warga daerah yang ingin ke Jakarta.

Dia pun mengimbau agar warga yang hendak datang ke Jakarta memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan Ibu Kota. “Jangan ke Jakarta kalau enggak punya keterampilan yang sesuai. Enggak mungkin petani datang ke Jakarta. Sawahnya di mana? Malah akan telantar nanti,” kata Edison.

Bukan hanya memiliki keterampilan, namun harus ada aturan lain yang dipatuhi pendatang baru yakni untuk melapor ke ketua RT setempat agar administrasi pendudukannya tercatat.

Untuk tempat tinggal, Edison mengungkapkan hal tersebut bukan dijadikan masalah bagi para pendatang baru. Mereka dengan mudah mendirikan  bangunan liar di bantaran rel kereta ataupun kali sebagai tempat tinggalnya. Untuk mengantisipasi hal itu, Dinas Kependudukan akan bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Sosial dalam menggelar operasi. Pendatang yang tinggal di lahan ilegal akan ditertibkan dan dipulangkan ke daerah asal.

Dinas Kependudukan juga bakal menggelar operasi pembinaan kependudukan mulai H+24 Lebaran. Operasi ini akan dilakukan terus sepanjang tahun. Sebab, kata Edison, warga daerah tak datang dalam waktu bersamaan. “Kalau pendatang baru itu sulit, karena datangnya kan enggak sekaligus,” kata dia.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button