Diprediksi Wisata MICE Terus Berkembang, Namun Masih Ada Tantangan
Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) merupakan salah satu wisata andalan Indonesia. Bahkan prospek wisata tersebut, pada tahun depan diprediksi terus berkembang.
Kepala Divisi Pengembangan Industri Kamar Dagang Indonesia dan Industri Indonesia (Kadin) Wisnu Budi Sulaeman mengatakan, dua organisasi MICE dunia menyebut wisata MICE di Indonesia akan melejit perkembangannya. Hal itu didasari atas data yang dikumpulkan ke dua organisasi tersebut dan juga melihat, Indonesia memiliki potensi yang kuat dalam mengembangkan wisata yang satu ini.
“Indonesia itu bisa mendapat giliran menjadi tuan rumah dan itu ada puluhan, bahkan ratusan konverensi sampai tahun 2021,” kata Wisnu kepada tim liputan El John News di sela-sela acara Indonesia Tourism Summit 2019 yang digelar ITTA Foundation di Jakarta, Selasa (17/12/2019).
Menurut Wisnu, kondisi itu harus dimanfaatkan dengan sebaik-sebaiknya agar wisata MICE dapat membantu mendongkrak devisa negara. Namun Wisnu, tidak memungkiri masih harus ada yang sejumlah tantangan yang dihadapi, di antaranya masih belum maksimalnya aksesibilitas, padahal venue untuk MICE sudah tersebar di banyak daerah.
“Kalau Jakarta dan Bali, saya sudah tidak meragukan lagi tapi kan tempat MICE kita ini, tersebar di seluruh Indonesia dan kita ada Medan, kita ada Bandung, ada Yogya, ada Surabaya, ada Makassar. Nah, ini yang belum cukup aksesibilitas, pesawat terbang untuk menuju ke daerah-daerah tersebut, itu salah satu tantangannya. optimis wisata Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE),” ujar Wisnu.
Selain masalah aksesibilitas, ada tantangan lain yakni soal sumber daya manusia (SDM). Wisnu mengungkapkan bicara SDM bukan soal jumlahnya saja, namun kualitas SDM untuk wisata MICE juga harus dipikirkan. Kualitas SDM sangat membantu memberikan penilaian yang baik untuk wisata MICE di Indonesia.
“Menghandle wisata MICE ini berbeda dengan wisata lain. Jadi MICE ini, perlu kekhususan terhadap pelayanan, dimana dibutuhkan di situ, venue kemudian dibentuk teknologi. Seperti sudah ada gunakan slido, tapi akan semua sudah merata atau belum, ini tantangan juga buat kita teknologi seperti ini. Tapi mudah-mudahan kita bisa cepat mengakselerasi,” ungkap Wisnu.
Selain SDM, masalah komunitas yang ada di sekitar Wisata MICE juga harus diperhatikan. Menurut Wisnu, perlu ada pembinaan atau pelatihan bagi komunitas di sekitar agar mereka dapat ikut merasakan dampak positif yang dihasilkan dari wisata MICE.
“Jangan sampai, mereka ini, kami dari industri MICE, tidak ingin masyarakat hanya jadi penonton. Tapi kami ingin mereka menjadi peserta. Kami membutuhkan di setiap event, itu tari-tarian, opening dance itu yang kami butuhkan. Kemudian , makanan-makanan lokal yang menjadi daya tarik, itu bisa di angkat masuk ke hotel-hotel internasional dengan izin tertentu,” tutur Wisnu.
Wisnu optimis tantangan-tantangan tersebut satu persatu akan dibenahi mengingat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio akan membentukDeputi khusus yang menangani bidang MICE.
