Diresmikan Presiden, Underpass YIA Diharapkan Dapat Tingkatkan Kunjungan Wisatawan

0
WhatsApp Image 2020-02-01 at 21.44.36

Penekanan tombol dan penandatanganan prasasti oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menandakan diresmikannya   jalan bawah tanah atau underpass Yogyakarta International Airport (YIA) di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Jumat (31/1/2020).  Sebelum diresmikan,  underpasss sepanjang 1,4 kilometer ini sudah didapat dipergunakan untuk umum pada Jumat (24/1/2020).

Pada peresmian ini, Presiden didampingi oleh sejumlah Menteri terkait, di antaranya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Sekretariat Negara Pratikno, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X,  Bupati Kabupaten Kulon Progo Sutedjo dan Direktur Utama PT Wika Tumiyana.

Presiden berharap Underpass YIA  bisa memberikan kontribusi terutama peningkatan turis menuju ke Yogyakarta, Borobudur, Prambanan, dan sekitarnya.

”Tinggal kita nanti menyelesaikan Layanan transportasi antar moda yang interkoneksi sehingga masyarakat memiliki pilihan-pilihan, ada opsi-opsi yang bisa dipilih dalam rangka pelayanan kepada turis, kepada masyarakat,” ujar Presiden dalam sambutannya.

Kepala Negara menegaskan  bahwa ke depan sangat dimungkinkan akan terjadi peningkatan arus turis ke Kulon Progo dan sekitarnya karena slot penerbangan semakin banyak.

”Bisa dobel bisa tripel karena bandaranya juga sangat besar sekali sehingga ada pilihan-pilihan bagi penerbangan jarak jauh untuk turun langsung di Yogyakarta. Karena dulu sudah penuh tidak bisa tambah slot untuk penerbangan baru,” ujar Presiden.

Hal senada juga disampaikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Menteri Basuki memastikan tidak ada akses Jalur Nasional Pantai Selatan (Pansela) Jawa terputus akibat underpass ini. Jalur akses Jalur Nasional Pantai Selatan (Pansela) Jawa tetap terbuka bagi kendaraan.

“Dengan underpass ini,  Jalan Pansela tidak terputus oleh runway YIA. Selain dilengkapi fasilitas  standar untuk terowongan, Underpass YIA juga dilengkapi dengan peringatan suara bagi para pengguna jalan agar selalu berhati-hati, menyalakan lampu dan memenuhi batas kecepatan 40 km/jam,” ujar Menteri Basuki.

Menteri Basuki juga membenarkan apa yang disampaikan Presiden, bahwa underpass di Indonesia itu,   akan menjadi jalur wisata dan juga sebagai alternatif jalur Pantura yang hingga saat ini menjadi primadona bagi pengguna jalan.

“Kita terus promosikan jalur Pansela Jawa, supaya orang tertarik lewat Selatan. Karena tidak hanya jalannya yang bagus, namun juga memiliki pemandangan yang indah (panoramic road) karena banyaknya objek wisata,” kata Menteri Basuki.

Apa yang disampaikan Menteri Basuki diperkuat oleh Direktur Jenderal Bina Marga Sugiyartanto. Sugiyartanto optimis kehadiran underpass ini, dapat memacu pengembangan  sektor pariwisata di sekitar.

“Para pengguna jalan dapat menikmati obyek wisata di kawasan selatan, termasuk potensi kulinernya. Saya harapkan ekonomi lokal maupun regional bisa berkembang, seperti di Yogyakarta yang memiliki Pantai Drini,” terang Sugiyartanto.

Untuk tidak menghilangkan kebudayaan di Yogyakarta, undepaas YIA dibuat dengan ornamen khas Yogyakarta seperti Tari Jathilan, Tari Angguk Putri, Kalamakara dan Setilir Gebleg Renteng.

“Ini bagian dari kearifan lokal, hal ini menggambarkan bahwa teknis tidak harus kaku tetapi bisa mengadopsi budaya lokal. Kebetulan dari Sri Sultan memberi masukan untuk menggunakan ciri khas budaya lokal. Pemilihan ornamen Tari Jathilan yang merupakan seni kerakyatan menggambarkan infrastruktur yang dibangun dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat,” tambah Sugiyartanto.

Menjadi underpass terpanjang di  Indonesia, underpass YIA juga  mendapatkan rekor MURI. Direktur MURI Osman Semesta Soesilo menyerahkan sertifikat MURI kepada Direktur Utama WIKA Tumiyana.

Kendaran yang melintas jangan khawatir akan keselamatan dan kenyamanan, pasalnya underpass ini tidak akan tergenang banjir. Lapisan pelindung sheet pile pada dinding bermanfaat untuk menghindari rembesan air penyebab banjir.

Selain itu ada empat pompa yang disiagakan untuk memompa genangan air. Pompa tersebut mampu mengalirkan debit banjir 5 meter kubik/menit untuk setiap pompa. Tak berhenti disitu, ada delapan pintu darurat yang tersebar di sisi kiri dan kanan setiap 250 meter.

Pembangunan Underpass YIA dimulai pada November 2018 dengan biaya Rp 293 miliar bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) / Sukuk Negara Tahun Anggaran 2018-2019. Underpass YIA terdiri dari konstruksi terowongan (slab tertutup) sepanjang 1.095 meter serta jalan pendekat arah timur dan barat masing-masing sepanjang 158 meter dan 183 meter. Underpass memiliki lebar 7,85 meter, clearance atas 5,2 meter dan samping 18,4 meter. Underpass ini dikerjakan oleh kontraktor PT.Wijaya Karya – MCM KSO.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *