Disaksikan Ribuan Wisatawan, Luhut Puji Pelaksanaan BEC 2018

0
37974659_2004084222977696_1048057369814106112_n

Banyuwangi Ethno Carnival (BEC)  pantas dijadikan event berkelas dan mendunia, setiap digelar, BEC selalu mengundang perhatian.  Tahun ini, pun demikian, BEC 2018 yang resmi dibuka oleh Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Pandjaitan    pada Minggu, 29 Juli 2018 ini, disaksikan ribuan masyarakat dan wisatawan, baik wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman).

Wisman yang hadir di event ini tak lain adalah wisman yang ikut free open trip,pasalnya  BEC dipilih sebagai free open trip oleh 35 wisman dari 16 negara.  Bahkan ada juga wisman yang tampil sebagai perseta BEC. Wisatawan dan masyarakat berkumpul sepanjang rute karnaval.

Penyelenggaraan BEC ke-8 digelar kolosal dengan melibatkan berbagai latar belakang. Ada 11 panggung dengan 10 tema berbeda. Pelaksanaan event juga disuguhkan spektakuler. BEC ini diawali dengan berbagai live music. Duet Fitri Carlina dan Danang D’Academy Asia (DA) juga ikut menaikan gegap gempita melalui beberapa lagu, seperti Serasa yang dipopulerkan Chrisye. Usai opening ceremony, pesta pun dilanjutkan kembali. Fragmen ‘Puter Kayun’ pun disajian secara kolosal karena melibatkan 100 seniman Banyuwangi.

Kostum yang dibawakan menjadi representasi kekayaan nature dan culture milik The Sunrise of Java. Detailnya terlihat unik. Kaya warna. Artistik. Tak kalah dengan kostum Jember Fashion Carnaval yang sudah mendunia.

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Pandjaitan, yang didampingi Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata 1 Pitana dan Bupati Banyuwangi Azwar Anas, memuji BEC 2018.Menurutnya, event yang sudah 7 tahun ini layak didorong menjadi event dunia.

Bukan tanpa alasan, menurut Luhut, konsep yang ditawarkan spektakuler. Kemasan penyelenggaraannya unik dan menarik. Banyuwangi yang berjuluk The Sunrise of Java juga didukung aksesibilitas dan amenitas terbaik.

“BEC ini event yang besar. Upaya mengembangkan event ini menjadi lebih besar harus dilakukan. Sebab, saat ini progress pariwisata sangat bagus. Tahun 2017, pariwisata menyumbang devisa USD 12,5 Milyar. Jumlah kunjungan wisman naik signifikan. Kontribusinya berpengaruh besar pada neraca berjalan,” ungkap Luhut.Luhut juga mengapresisi BEC yang tanpa melibatkan Event organizer, sehingga menurutnya, dapat meminimalisir anggaran.

“Ini luar biasa, saya pikir ini suatu ide dari Pak Bupati yang luar biasa dan saya belum pernah lihat di tempat lain di Indonesia,” ujar Luhut.

Luhut berharap, konsep penyelenggaraan suatu acara oleh pemerintah kabupaten ke depan dapat ditangani langsung tanpa melibatkan event organizer.

“Saya kira ini perlu dikembangkan ke depan dan bisa membuat Indonesia lebih bagus. Festival ini terbagus dari yang pernah saya lihat,” tegas Luhut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *