DIY Mendekati Akhir Musim Kemarau
Musim kemarau di sebagian besar wilayah DIY saat ini sudah mulai berakhir. Pada akhir September hingga Oktober, wilayah DIY sudah akan masuk musim pancaroba.
Berdasarkan analisa dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, hujan yang terjadi saat ini, lebih disebabkan mulai munculnya sirkulasi angin tertutup (Eddy) di bagian barat Pulau Kalimantan. Hal itu berdampak pada terbentuknya belokan angin atau perlambatan angin yang dapat menyebabkan pembentukan awan dan hujan di sebagian wilayah DIY.
“Dalam beberapa hari kedepan, wilayah Yogyakarta dan sekitarnya masih berpeluang terjadi hujan dengan kategori ringan hingga sedang. Hujan terutama terjadi pada bagian utara dan tengah,” kata Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Djoko Budiyono, Kamis (19/9).
Djoko mengungkapkan, secara umum kondisi cuaca di Yogyakarta dalam sepekan kedepan antara cerah hingga berawan. Untuk wilayah yang berpotensi terjadi hujan adalah Kabupaten Sleman, Kulonprogo bagian utara, Kota Yogyakarta serta Bantul bagian utara. Untuk suhu udara rata-rata antara 22-32 derajat selsius.
Beberapa hal yang perlu diwaspadai antara lain, adanya kecepatan angin dan tinggi gelombang laut pada pesisir selatan DIY. “Karena tinggi gelombang laut diperkirakan antara 2-3,5 meter,” jelas Djoko.
Potensi hujan ringan juga masih berpeluang muncul di Kabupaten Sleman.
Hal-hal yang perlu diperhatikan masyarakat menurut Joko, adalah kesiapan akan memasuki periode pancaroba. Antara akhir September hingga Oktober 2018. Pada periode ini sering ditandai dengan munculnya hujan lebat disertai angin kencang dan petir.
“Hujan lebat, angin kencang dan petir tersebut akan muncul dengan durasi singkat. Bersifat lokal dan muncul terutama pada sore hari. Untuk mengantisipasi kondisi yang bisa bersifat ekstrim, masyarakat dihimbau untuk mempersiapkan diri. Seperti membersihkan selokan atau drainase, memangkas pohon yang sudah tua dan rapuh. Bagi yang atap rumah yang sudah rusak juga harus segera diperbaiki,” jelasnya.
Himbauan yang tidak kalah penting, adalah tidak membuang sampah sembarangan. Karena itu sebagai antisipasi munculnya banjir. Selain itu, bagi masyarakat yang tempat tinggalnya berada di dataran tinggi. Harus waspada terhadap longsor.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Makwan menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk mulai meningkatkan kesiapsiagaannya. Terutama dalam menghadapi datangnya pancaroba.
“Pancaroba sering muncul angin kencang. Baik peralihan dari musim hujan ke kemarau atau sebalinya. Selain angin kencang, juga ada hujan deras. Untuk itu, bagi masyarakat dihimau selalu waspada dan siaga. Saat ini yang bisa dilakukan dengan memangkas beberapa pohon lebat agar tidak mudah tumbang,” urainya.