Dukung Pelestarian Satwa, Sriwijaya Air Gelar Event Bank Kalteng – Sriwijaya Air Group oRUNgutan 2019

0
WhatsApp Image 2019-08-27 at 08.47.10

Sriwijaya Air dan NAM Air terus berkomitmen  melestarikan lingkungan hidup dan satwa langka Indonesia. Tahun ini, menjadi tahun ke 15, komitmen itu ditancapkan oleh group dari Garuda Indonesia ini.

Komitmen tersebut selalu ditunjukan Sriwijaya Air maupun Nam Air dengan menggelar sebuah event. Kali ini event yang dibuat bertajuk Bank Kalteng – Sriwijaya Air Group oRUNgutan 2019.

Event ini disponsori Bank Kalteng dan Traveloka serta didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan Republik Indonesia, Kabupaten Kotawaringin Barat, Taman Nasional Tanjung Puting, Orangutan Foundation International (OFI), Jakarta Animal Aid Network (JAAN) dan WWF Indonesia

Pada Senin (26/8/2019), event tersebut diluncurkan di Hanggar GMF, Bandara Soekarno Hatta dan dihadiri oleh Direktur Niaga Sriwijaya Air, Joseph Tendean, Kepala Sub Direktorat Pengawetan Jenis – Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Sri Mulyani, Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah dan Direktur Utama Bank Kalteng, Yayah Diasmono.

Peluncuran ditandai dengan penyematan logo event ‘Bank Kalteng – Sriwijaya Air Group oRungutan 2019’ pada body pesawat Sriwijaya Air dan NAM Air.

Event  yang pertama kali ini berbeda dari event yang pernah diselenggarakan Sriwijaya Air maupun Nam Air. Event akan dikemas dalam sebuah lomba lari berkonsep Charity Fun Run yang akan digelar mulai tanggal 7-29 September 2019 di Pangkalan Bun. Selama event berlangsung, peserta dapat melihat aktivitas orangutan di Taman Nasional Tanjung Puting. Selian itu, peserta juga dapat menikmati serunya menyusuri sungai Sekonyer dengan menggunakan kapal klotok.

“Event ini memang sengaja kami kemas dengan konsep yang berbeda dan menarik agar dapat lebih memikat minat masyarakat serta memberikan pengalaman istimewa dan tak terlupakan kepada seluruh peserta dalam acara ini,” kata Direktur Niaga Sriwijaya Air, Joseph Tendean dalam jumpa pers usai peluncuran.

Menurut Joseph event ini, merupakan kelanjutan dari kegiatan lainnya menyangkut aspek CER (Corporate Environmental Responsibility). Selain itu , event ini dapat sebagai ajang mempromosikan pariwisata Kalimantan

“Kegiatan CER yang berkaitan pelestarian lingkungan ini sudah menjadi sebuah komitmen berkelanjutan dari Sriwijaya Air Group dalam bertindak etis dan memberikan kontribusi positif kepada lingkungan, pengembangan ekonomi serta komunitas atau masyarakat luas,” ujarnya.

Joseph mengungkapkan pendapatan yang dihasilkan event ini akan disumbangkan ke Taman Nasional Tanjung Puting. Pendapatan diantaranya dihasilkan di antaranya dari biaya pendaftaran peserta. Masyarakat yang ingin mengetahui informasi pendaftaran dapat mengunjungi traveloka.com/orungutan.

Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah mengatakan event ini tidak hanya untuk menggalakan kampanye pelestarian lingkungan hidup maupun satwa, namun event tersebut juga dapat membantu pertumbuhan  pariwisata di Kotawaringin barat.

Ini tentunya akan membawa dampak yang sangat  positif khususnya untuk kemajuan pariwisata di Kalimantan Barat, khususnya kami di Kotawaringin Barat, sesuai dengan visi misi kami, bahwa salah satu program prioritas percepatan pembangunan yang ada di Kotawaringin Barat adalah dari sektor pariwisata,” kata Nurhidayah.

Sementara itu, Kepala Sub Direktorat Pengawetan Jenis – Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati KLHK Sri Mulyani mengatakan KLHK menyambut baik digelarmya event yang sangat bermanfaat bagi kelestarian lingkungan dan habitat orangutan ini. Diharapkan event ini dapat dijadikan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan agar dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya.

“Semangat ini menjadi kunci untuk bersinergi dalam upaya penyelamatan orangutan. Komitmen Sriwijaya Air dalam mendukung kelestarian satwa liar memang sudah teruji. Pada tahun 2016, telah membantu Pemerintah Indonesia memulangkan orangutan hasil repratriasi ke pusat rehabilitasi di Kalimantan dan tahun 2018, Sriwijaya Air membantu kembali memulangkan kasuari ke Papua,” kata Sri.

Data KLHK menyebutkan saat ini populasi orangutan di Kalimantan hampir 80 persen terdapat di luar konservasi. Diperkirakan terdapat 14.630 individu orangutan Sumatera dan 57.350 individu orangutan Kalimantan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *