Duta GenRe Kep. Bangka Belitung Tingkatkan Potensi Remaja Melalui Program GenPro dan Stimulan
Duta Generasi Berencana atau disingkat dengan Duta GenRe merupakan sebuah pemilihan untuk mencari seorang figur remaja yang mampu menebarkan edukasi positif kepada remaja lainnya. Pemilihan Duta GenRe merupakan bentuk kepedulian dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam pembinaan ketahanan remaja melalui program Generasi Berencana. Pemilihan Duta GenRe dilakukan di seluruh provinsi yang ada di Indonesia. Termasuk juga Provinsi Kep. Bangka Belitung.
Tahun 2020, penobatan Duta Generasi Berencana diadakan pada tanggal 26 September 2020. Pada tahun ini status sebagai Duta GenRe diraih oleh Bayu Sumaja dari Kabupaten Bangka Selatan dan juga Frince Zeswa dari Kabupaten Bangka Tengah. Predikat ini didaptkan oleh Bayu dan Frince tentunya dengan usaha dan juga program-program nyata mereka yang dilakukan di daerah masing-masing.
Sebelum mereka bertanding di tingkat Provinsi, Bayu dan Frince sudah banyak terlibat di masyarakat dan juga PIK-Masyarakat yang mereka wakilkan.
Bayu Sumaja dari Kabupaten Bangka Selatan berasal dari Pusat Informasi Konseling Berlian yang berada di Kecamatan Tukak Sadai. Sedangkan Frince Zeswa berasal dari Pusat Informasi Konseling Senja yang berada di Kecamatan Koba.
Selama Persiapan di Provinsi hingga keduanya mendapatkan predikat sebagai Duta GenRe Kep. Bangka Belitung banyak kegiatan yang dilakukan guna untuk mengoptimalkan potensi para remaja. Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Bayu Sumaja ialah melakukan kegiatan budidaya toga dan membuat kerajinan tangan bersama kelompok remaja PIK Berlian di Bangka Selatan. Kerajinan tangan ini merupakan bentuk kegiatan pemberdayaan yang dilakukan oleh Bayu sekaligus juga berguna sebagai usaha kecil-kecilan kelompok remaja di Kelurahan Teladan.
Tidak hanya olahan kerajinan tangan saja, tetapi kegiatan lainnya yang dibuat ialah produksi Keripik Ubi yang dikemas dalam kegiatan Si BiRes (Produksi Ubi Berase) yang merupakan olahan rumah tangga dengan melibatkan ibu rumah tangga dan juga para remaja dalam memproduksinya.
Sedangkan Kegiatan budidaya toga ini menjadi kegiatan bersama dalam menanam tanaman obat-obatan seperti jahe, kunyit dan obat-obatan lainnya. Kegiatan ini pada akhirnya menjadi usaha untuk membantu perekonomian di dalam kelompok PIK Teladan ketika hasilnya dapat dipanen dan dijual, bahkan diolah untuk membuat sebuah minuman herbal.
Selain itu, Frince Zeswa yang juga melakukan inovasi positif yang melibatkan para remaja di Kelurahan Arung Dalam Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah. Kegiatan inovatif ini bernama Stimulan, yaitu suatu kegiatan pendorong bagi para remaja untuk menghadapi bonus demografi dengan menggali keterampilan yang ada pada diri remaja. Di dalam kegiatan Stimulan ini ada beberapa kegiatan produktif yang menjadi fokus dalam menggali keterampilan remaja.
Pertama motivation class, yang berguna memberikan motivasi kepada para remaja untuk mempersiapkan mental dengan memberikan perhatian, berbagi cerita, dan saling mendengarkan. Kedua education class, yang memfokuskan kegiatan belajar sambil bermain. Kegiatan ini bertujuan membuka jalan bagi remaja untuk lebih memperhatikan dan mempersiapkan pendidikannya sebaik mungkin. Ketiga talent class, merupakan bentuk kelas keterampilan bakat guna menggali potensi bakat remaja.
Selain Stimulan, ada juga bentuk kegiatan positif yang dilakukan oleh Frince yaitu sapa GenRe dan juga GenRe Beberes. Bentuk sapa GenRe ini dilakukan secara langsung ke tempat tongkrongan remaja, mengaja berdiskusi ringan dan menebarkan virus-virus GenRe. Sapa GenRe ini dilakukan oleh Frince dan juga teman-teman PIK Senja. Sedangkan GenRe beberes merupakan bentuk kepdulian dalam menjaga lingkungan sekitar yang melibatkan masyarakat untuk melakukan kegiatan gotong royong.
Di akhir, Duta GenRe Bayu dan Frince juga memiliki harapan yang besar terhadap para remaja yang ada di Bangka Belitung. Mereka berhadap agar remaja di Babel dapat mengenali potensi dalam diri mereka dan tidak melakukan hal-hal negatif yang akan merusak dirinya.
“Harapan kami untuk remaja Bangka Belitung agar dapat mengembangkan potensi dan keahlian masing-masing untuk mempersiapkan diri di zaman persaingan menuju bonus demografi. Tugas kita sebagai generasi muda adalah memperkuat potensi kita agar menjadikan generasi Indonesia yang sehat, cerdas dan dapat mensejahterkan Indonesia di kemudian hari” Pungkas Bayu dan Frince.
