Eco Fashion Nusantara: Kolaborasi Diaspora untuk Wujudkan IKN yang Berbudaya dan Berkelanjutan

0
whatsapp-image-2025-08-03-at-230834-2

Di tengah megahnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), sebuah pertunjukan mode berkonsep ramah lingkungan bertajuk Eco Fashion Nusantara digelar sebagai bagian dari Kongres Diaspora Indonesia ke-8. Acara ini bukan sekadar parade busana, melainkan simbol nyata kepedulian diaspora Indonesia terhadap masa depan kota yang digadang-gadang akan menjadi wajah baru Indonesia di mata dunia.

Diselenggarakan oleh IDN Global, Eco Fashion Nusantara mengusung semangat keberlanjutan dan pelestarian budaya lokal melalui karya-karya para desainer diaspora Indonesia dari berbagai belahan dunia. Dengan mengangkat filosofi slow fashion, para desainer menghadirkan koleksi yang memadukan keindahan tekstil tradisional, penggunaan bahan alami, teknik pewarnaan ramah lingkungan, serta semangat pelestarian warisan leluhur.

Sebanyak tujuh label fashion diaspora tampil memukau dalam gelaran ini:

  1. Maharani Persada oleh Essy Masita
  2. Gee Batik oleh Sugeng Waskito
  3. Ms Bella Collection oleh Grace Isybella
  4. Kebaya House oleh MS Hadi Collection
  5. Carousel Brides oleh Jennifer Flory
  6. Javabor kolaborasi Tyas Dani x Griya Godong
  7. Abel Couture oleh Abel Collections

Setiap koleksi menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya melestarikan tradisi dan alam dalam dunia fashion yang kerap terjebak dalam tren konsumtif dan industri cepat (fast fashion).

Presiden IDN Global, Sulistyawan Wibisono, menyampaikan bahwa acara ini merupakan bentuk konkret kontribusi diaspora terhadap visi IKN sebagai kota hijau masa depan. Ia menekankan bahwa keberlanjutan bukan hanya urusan teknologi transportasi atau energi, melainkan juga menyentuh aspek gaya hidup dan pilihan busana.

“Eco Fashion Nusantara ini ingin menunjukkan bahwa komitmen terhadap keberlanjutan bisa dimulai dari cara kita berpakaian. Ini bagian dari komitmen diaspora untuk mendukung pembangunan IKN yang tidak hanya modern, tapi juga berkesadaran lingkungan,” ujar Sulistyawan.

Tak hanya menampilkan busana, acara ini juga melibatkan model dari berbagai negara seperti Australia, Kolombia, Chile, Amerika Serikat, Sudan, Kenya, Belanda, dan Rusia. Keikutsertaan mereka menjadi simbol bahwa IKN terbuka terhadap kolaborasi internasional dan pertukaran budaya global.

Kehadiran model-model internasional ini juga mencerminkan inklusivitas IKN sebagai kota masa depan yang dibentuk oleh keberagaman, bukan hanya dalam hal etnis dan budaya, tetapi juga dalam pemikiran dan aksi nyata lintas negara.

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono, hadir langsung dalam acara dan menyampaikan rasa terima kasih kepada komunitas diaspora Indonesia yang telah memilih IKN sebagai panggung bagi perhelatan penting ini.

“Tidak ada kata lain selain terima kasih. Kami sangat mengapresiasi kepercayaan diaspora dan IDN Global yang telah menunjukkan bahwa IKN adalah ruang milik bersama, tempat di mana ide, seni, budaya, dan inovasi bisa bersatu,” ujar Basuki.

Eco Fashion Nusantara menjadi ajang pembuktian bahwa pembangunan IKN tidak melulu soal infrastruktur fisik. Di balik megaproyek ini, ada semangat besar untuk membangun budaya baru yang menjunjung keberlanjutan dan estetika lokal.

Dari kain alami hingga teknik pewarnaan tradisional, dari kolaborasi internasional hingga diplomasi budaya, pertunjukan ini mengukuhkan IKN sebagai kota yang tidak hanya dibangun untuk semua, tetapi juga oleh semua.

Dengan menjadikan gaya hidup berkelanjutan sebagai bagian dari identitas, IKN diharapkan tumbuh sebagai kota global yang memimpin tidak hanya dalam kemajuan, tetapi juga dalam kebijaksanaan dan kesadaran lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *