Festival Inovasi Posyandu Remaja Jadi Bentuk Toleransi Keberagaman Budaya
PSMTI Kota Sukabumi bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi serta USET menggelar kegiatan Festival Inovasi Posyandu Remaja yang diadakan di Pesantren Yaspida, Kabupaten Sukabumi pada Senin (31/7/2023).
Ketua PSMTI Kota Sukabumi, Tan Wijaya, mengatakan bahwa acara tersebut sebagai bentuk pengembangan toleransi dan keberagaman budaya yang ada di Sukabumi. Salah satu rangkaian acaranya adalah menampilkan baju-baju Mandarin.

“Kabupaten Sukabumi sangat besar wilayahnya, dan tidak semua orang Tionghoa ada di daerah-daerah, jadi kita memperkenalkan bahwa Tionghoa itu ada. PSMTI Kota Sukabumi ikut berkolaborasi di sana, jadi luar biasanya itu acaranya ada fashion show, salah satunya menampilkan baju-baju Mandarin. Jadi sangat bagus,” ucapnya.
Pada acara tersebut, dihadiri 87 desa dengan peserta 470 orang. Acara tersebut juga mendatangkan Kepala Desa, Kapolres, Dandim, Muspika, Muspida, Mr Hans selaku Ketua Koordinator USET di Indonesia, dan masih banyak lagi.

PSMTI Kota Sukabumi hadir sekaligus mengenalkan kepada masyarakat tentang budaya, baju, hingga adat istiadat Tionghoa.
“Mereka antusias sekali bahkan mereka cari konstum sendiri seperti di online shop, karena kan baju Tionghoa ini sangat jarang mereka temui untuk disewa. Segala macam susah sampai akhirnya mereka ada yang buat kerajinan baju dari koran dan kantong kresek,” tambahnya.t
Tan Wijaya mengapresiasi kreativitas masyarakat Sukabumi. PSMTI Sukabumi akan khusus memperkenalkan budaya Tionghoa ke masyarakat yang ada di daerah.

“Kalau di kota Sukabumi cukup banyak orang Tionghoanya, jadi sangat seringlah mereka melihat paling tidak vihara, sedangkan kalau di kabupaten sangat jarang. Nah, tugas PSMTI Sukabumi ke depan, kita akan mencoba kolaborasi ke daerah seperti PSMTI Cianjur, PSMTI Jawa Barat,” katanya.
Tan Wijaya berharap, dengan adanya acara ini masyarakat dapat saling merangkul meski berbeda budaya, adat, ras, agama.
“Jadi harapan saya memang toleransi perbedaan dan segala macam tidak harus menjadi satu konflik dan tidak menjadi harus diperdebatkan, tetapi harus kita bangun bersama, saling memahami, saling menghargai dan kita bisa hidup berdampingan dengan baik,” tutupnya.
