Festival Likurai Hentak Kunjungan Wisatawan Timor Leste

0
fest-1068x712

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur terus menggenjot kunjungam wisatawan mancanegara (wisman) khususnya dari Timor Leste dengan menghelat event wisata tahunan berupa Festival Likurai di Bukit Fulan Fehan, Kabupaten Belu.

“Festival Likurai sudah menjadi bagian dari event nasional yang akan digelar secara tahunan. Ajang ini sebagai upaya pemerintah menggenjot arus wisatawan yang dari Timor Leste,” kata Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Timur Marius Ardu Jelamu di Kupang, Sabtu (17/3/2018).

Ia menyebutkan, NTT memiliki empat event pariwisata yang sudah masuk dalam kalender 100 top event nasional. Di antaranya Festival Likurai di Pulau Timor, parade ribuan kuda sandelwood dan festival tenun ikat di Pulau Sumba, serta Festival Komodo dan Tour de Flores di Pulau Flores.

“Sekitar Juni mendatang akan digelar lagi Festival Likurai ini,” katanya.

Festival tersebut, kata dia, menghadirkan ribuan penari Likurai yang berasal dari Timor Barat (sebutan untuk daerah-daerah di Pulau Timor bagian barat yang berbatasan dengan Timor Leste). Juga dari negara tetangga.

“Tidak hanya menghadirkan masyarakat dari kedua wilayah ini, tetapi juga wisatawan dari berbagai negara yang masuk melalui Timor Leste,” katanya.

Menurut Marius, arus wisatawan dari Timor Leste berpotensi terus meningkat karena negara tersebut juga memiliki layanan penerbangan langsung internasional. Seperti Dili dan Darwin Australia, maupun Dili dan Singapura. Begitu pula sebaliknya.

Selain itu, ada pula layanan maskapai Timor Air juga sudah membuka rute penerbangan langsung Kupang-Dili dan sebaliknya.

“Artinya, akses penerbangan makin terbuka sehingga sangat mendukung pergerakan wisatawan asing yang masuk ke NTT melalui pintu timur dari Timor Leste untuk terus meningkat,” katanya seperti dikutip dari Antara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *