FIFA Terus Jalin Komunikasi Dengan Qatar Pasca Diboikot
Meski masih lima tahun lagi, Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia, namun persiapan untuk perhelatan akbar kompetisi sepakbola paling bergengsi di dunia itu terus dilakukan. Salah satu persiapan yang dilakukan negara kaya minyak ini adalah pembangunan stadion. Ditengah semangatnya dalam mempersiapkan sarana dan prasarana Piala Dunia, datang kabar yang tidak mengenakan bagi Qatar yakni negara-negara arab pimpinan Arab Saudi telah memutuskan hubungan diplomatiknya kepada Qatar. Negara-negara Arab ini menganggap Qatar telah berperan membantu aksi terorisme dengan mengucurkan sejumlah dana.
Akibat pemutusan hubungan diplomatik ini, segala sesuatu yang berhubungan dengan Qatar tidak boleh masuk ke negara-negara arab yang ikut barisan Arab Saudi. Sebalikan negara –negara arab juga melarak produknya masuk ke Qatar. Dengan kondisi ini Piala Dunia 2022 yang dilangsungkan di Qatar juga terancam gagal.
Melihat kondisi ini, organisasi sepak bola dunia FIFA ikut turun tangan. Fifa akan terus berkomunikasi dengan. Komite Pelaksana Lokal Qatar untuk penyelenggaraan Piala Dunia 2022. FIFA juga menjalin komunikasi dengan komite tertinggi yang berkaitan dengan penyelenggaraan Piala Dunia lima tahun mendatang.
“Kami tidak memiliki komentar lebih lanjut untuk saat ini,” tulis FIFA dalam sebuah pernyataan melalui surat elektronik seperti dilansir Reuters, beberapa waktu lalu.
Panitia penyelenggara Piala Dunia Qatar menolak berkomentar mengenai situasi yang melibatkan negara teluk. Begitu pula dengan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang menyelenggarakan pertandingan internasional di kawasan tersebut.
Situasi diplomatik yang melibatkan Negara Teluk memanas. Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan dengan Qatar menyusul tuduhan negara tersebut mendukung terorisme. Ini merupakan keretakan terburuk selama bertahun-tahun di antara beberapa negara terkuat di Arab.
Saat ini, tim nasional Qatar sedang bersiap menghadapi kualifikasi untuk Piala Dunia 2018 di Rusia. Tim berjuluk al-Annabi itu berada di posisi terbawah grup A Babak Ketiga Zona Asia dengan koleksi empat poin dari tujuh pertandingan.
