Headline NewsPageants

Finalis MCI 2021 Mendapat Pembekalan Tentang Yayasan EL JOHN Indonesia

Para finalis Miss Chinese Indonesia (MCI) 2021 kembali menjalani karantina virtual yang diselenggarakan Yayasan EL JOHN Indonesia dan EL JOHN Pageant, Rabu (9/6/2021). Pada karantina yang kedua ini, para finalis mendapat pembekalan dari sejumlah narasumber di antaranya Founder Yayasan EL JOHN Indonesia Martinus Johnnie Sugiarto.  

Sebelumnya, Tokoh Pariwisata Nasional itu telah memberikan pembekalan pada pembukaan karantina, 4 Juni 2021 lalu. Kali ini, pembekalan kembali diberikan dengan materi yang berbeda, yakni tentang Yayasan EL JOHN Indonesia.

Kepada para finalis, Martinus Johnnie Sugiarto menceritakan sejarah berdirinya Yayasan EL JOHN Indonesia. “Saya membuat perusahaan dari 1972, setelah itu tahun 1990, saya mendirikan Yayasan, itulah cikal bakal Yayasan EL JOHN Indonesia, tujuan kita pengembangan sumber daya manusia itu yang saya letakan paling atas. Lantas dengan pengembangan sumber daya manusia ini apa sih yang bisa kita lakukan. Kalau kita perhatikan manusia itu setelah dilatih  tentu dia harus punya panggung untuk dia menunjukan apa yang dia bisa,” terang Martinus Johnnie Sugiarto.

CEO EL JOHN Media ini menjelaskan, Yayasan EL JOHN memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada para generasi muda  untuk mengasah kemampuan dan keterampilannya. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) EL JOHN Sungailiat, Bangka menjadi salah satu komitmen Yayasan EL JOHN Indonesia dalam mengembangkan potensi yang dimiliki generasi produktif.  Kemudian pada tahun 2008, komitmen  untuk mengembangkan SDM Kembali ditunjukan Yayasan EL JOHN Indonesia dengan menyelenggarakan kontes Putri Pariwisata Indonesia.

“Di tahun 2008 itu pertama kali saya menyelenggarakan pemilihan Putri Pariwisata Indonesia, kenapa karena setelah Putri-putri yang terpilih tentu kita harus memiliki panggung untuk dia. Kalau Putri Pariwisata Indonesia terpilih tapi tidak ada panggung terus dia ngapain. Nah kita bikinlah panggung-panggung, ada panggung di dalam negeri, kita banyak kerjasama dengan Kementerian, kerjasama dengan Lembaga, sehingga Putri-putri punya kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang besar untuk berdialog, berkomunikasi, punya networking, punya panggung,” terang Martinus Johnnie Sugiarto.

Dihadirkan panggung untuk para Putri ini sesuai dengan program  Yayasan EL JOHN Indonesia, yakni Indonesia di Panggung Dunia. Program tersebut dipilih karena Yayasan EL JOHN Indonesia ingin memperkenalkan Indonesia kepada dunia melalui Putri binaannya  maju di kontes-kontes Internasional.

“Saya buat program apa nama programnya, nama programnya Indonesia di Panggung Dunia. Kenapa programnya seperti itu, karena pada saat anda pergi ke dunia internasional, orang tidak panggil anda lagi, misalkan namanya Maria, dipanggil Maria tidak seperti itu. Yang dipanggil negaranya Indonesia, yang dipanggil adalah negara anda, makanya pada saat itu anda sudah mewakili sebuah negara,” ujar Martinus Johnnie Sugiarto.

Dipilihnya Putri untuk ikut kontes dunia menjadi kebanggaan karena mewakili nama Indonesia berkompetisi dengan negara-negara lain. Karena itu, Yayasan EL JOHN Indonesia membeli  15 franchise kontes dunia dan menjadikan Yayasan EL JOHN Indonesia sebagai Yayasan yang paling banyak memegang lisensi kontes dunia.

Dengan jumlah lisensi yang banyak ini,  maka peluang para Putri lebih besar untuk ikut kontes yang dilihat puluhan juta masyarakat internasional. Namun untuk memilih wakil Indonesia di kontes dunia, Yayasan EL JOHN Indonesia harus selektif. Pasalnya, yang dipertaruhkan di kontes tersebut adalah negara, karena itu butuh penilaian terhadap Putri, mulai dari penilaian karakter, tanggung jawab dan kecerdasan.

“Tentu saya tidak mau sembarang kirim, saya harus pastikan bahwa Putri-putri ini punya attitude yang baik. Jangan ke luar negeri attitudenya jelek, perilakunya jelek, perilakunya memalukan. Kalau ada perilaku yang jelek atau memalukan, yang malu itu senegara,” ungkap Martinus Johnnie Sugiarto.

Penilaian terhadap para Putri bukan hanya saat karantina, namun setelah karantina penilain juga dilakukan.  Dengan penilaian itu nantinya akan dipertimbangkan apakah Putri yang ditunjuk layak untuk bersaing di dunia atau tidak. Bahkan tidak menutup kemungkinan yang dipilih  finalis yang juara. Setelah dicermati ternyata yang juara memiliki prilaku yang tidak baik, sehingga digantikan dengan finalis lainnya.

“Nanti anda jangan kaget kalau selesai acara ada urutan 21 orang ini, bisa saja yang nomor 8 saya tawarin ada kesempatan, tadi kan pergi ke satu negara, pergi ke Korea ikutin event ini, mau tidak. Kenapa dia, karena saya lihat dia sanggup saya lihat dia cocok untuk itu. Jadi belum tentu yang nomor satu yang saya kirim,” tutur Martinus Johnnie Sugiarto.

Martinus Johhnie Sugiarto berharap para finalis Miss Chinese Indonesia 2021, dapat menjaga kesantunan di mana pun berada. Hal ini penting karena sebagai seorang Putri yang notabennya sebagai Wanita Indonesia, harus dapat menunjukan budaya ketimuran yang penuh dengan sopan santun dan sikap saling menghargai.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close