Garuda Indonesia dan Lion Air Hentikan Pemesanan Boeing 737 Max 8

0
c2a6df4b186b4db3ae551f2fea2ee09d_18

 

PT Garuda Indonesia memiliki satu pesawat jenis Boeing 737 Max 8. Pesawat itu merupakan bagian dari 50 pesawat jenis  sama yang dipesan Garuda. Namun, Garuda meminta adanya perubahan pemesanan, yakni mengganti Boeing 737 Max 8 dengan tipe lain

Direktur Utama Garuda Indonesia IGN Askhara Danadiputra membantah digantinya pesawat Boeing 737 Max 8,  bukan karena kecelakaan yang dialami Ethiopian Airlines pada 10 Maret 2019  maupun Lion Air pada 29  Oktober 2018 lalu. Bahkan Askhara menyebut, pergantian pesawat ini dilakukan sebelum pesawat Boeing 737 Max 8 yang dimiliki Lion Air mengalami kecelakaan.

“Jauh sebelum kejadian JT kita memang sudah melakukan negosiasi pengurangan pemesanan (Boeing 737) MAX 8 untuk ditukar dengan pesawat jenis lain,” kata pria yang akrab disapa Ari ini, Selasa (12/3/2019)

Ari menjelaskan hingga saat ini, Garuda belum memutuskan pesawat Boeing tipe apa,  yang akan menggantikan Boeing 737 Max 8. Selain itu, nilai pemesanan pesawat juga masih dalam proses kajian maskapai.

Ari menegaskan pergantian pesawat ini, bukan lantaran adanya kerusakan sistem pada Boeing 737 Max 8, melainkan alasan komersial.

Upaya yang sama juga dilakukan Lion Air Group.  Maskapai berbiaya rendah ini, terpaksa menunda pembelian Boeing 737 Max 8. Bulan ini, rencananya Lio Air menerima 4 pesawat Boeing 737 Max 8, namun  hal itu dihentikan. Total perjanjian kontrak pembelian LAG untuk Max series ini berjumlah 222 pesawat.

Managing Director LAG, Capt. Putut Kuncoro Adi menuturkan pengiriman yang seharusnya dilakukan tahun ini ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

“Kita kan pesan 222 pesawat setelah kejadian JT610 itu kita sudah diskusi dengan Boeing untuk sementara menunda dulu. Bulan Mei ini harusnya ada yang datang tapi kita tahan dulu, tahun ini ada 4 pesawat, sementara dihold,” ungkapnya.

Dia menyebut sudah memiliki kontrak pemesanan sejumlah 222 pesawat max series sampai dengan tahun 2035. Kelanjutan kontrak tersebut masih dalam pembahasan antara pihak Lion Air dengan Boeing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *