Headline News

Gelar ASAFF 2020, HKTI Bahas 3 Isu Strategis di Sektor Pertanian

Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) kembali menggelar event akbar ‘Asian Agriculture and Food Forum’ (ASAFF) 2020 pada 12-14 Maret 2020 di Jakarta Convention Center (JCC). Pameran produk pertanian terbesar di kawasan asia itu, rencananya akan dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Selain itu, pameran juga akan menyuguhkan diskusi seputar isu pertanian baik ditingkat lokal maupun global dengan narasumber antara lain Kementerian Pertanian dan pelaku bisnis pertanian dari China, Vietnam, Thailand, Jepang, Malaysia, dan lainnya.Tahun ini, ASAFF mengambil tema “Asian Agriculture Collaboration in Global Economic Competition”.

Ketua Umum HKTI Jenderal Purnawirawan TNI Moeldoko mengatakan bahwa minyak bumi dan sumber daya alam menjadi komoditas yang memiliki kontribusi besar kepada setiap negara. Namun, komoditas itu, akan digeser dengan Pangan, Air, dan Energi yang akan menjadi komoditas strategis untuk membantu mensejahterakan masyarakat, khususnya di kawasan asia. Karena itu,
Pangan, Air, dan Energi, menjadi tiga isu yang dibahas dalam event ini.

“Kawasan Asia memiliki kontribusi terbesar dalam jumlah penduduk dunia. Jumlah penduduk asia sebesar 4,6 milyar jiwa,” kata Moeldoko dalam jumpa pers di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (9/1/2020).

“Sektor pertanian adalah penyumbang GDP terbesar di kawasan Asia dan menjadi bagian strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan Asia,” tambah Kepala Kantor Staf Presiden ini.

Menurut Moeldoko, event ini merupakan komitmen Indonesia untuk mengkolaborasikan negara-negara pebisnis di kawasan Asia untuk membangun kemandirian pertanian dan ketahanan pangan Asia. Moeldoko berharap sinergi dan kolaborasi tersebut dapat diwujudkan untuk memenuhi kebutuhan pangan di Asia dan menjadi penyuplai utama pangan dunia.

“ASAFF adalah event berkala yang menjadi forum pertemuan stakeholders pertanian untuk
membahas isu-isu strategis pertanian di kawasan Asia dan membangun kerjasama Govemment
to Government (G2G) dan Business to Business (B2B) dalam kebijakan pertanian, budidaya pertanian, teknologi pertanian, dan bisnis sektor pertanian, dalam arti luas pertanian, perikanan, peternakan,” jelas Moeldoko.

Ketua Panitia ASAFF 2020, Rifqinizamy Karsayuda memaparkan, ASAFF 2020 terdiri dari konferensi, forum bisnis, dan pemeran pertanian Asia. Selain membahas peluang kolaborasi
pertanian di kawasan Asia, juga mengusung potensi generasi muda terlibat dalam sektor
pertanian melalui smart farming dan digital farming.

ASAFF 2020 menghadirkan keynote speakers Dr Moeldoko dan Menteri Pertanian RI, Dr
Syahrul Yasin Limpo. Mereka akan mengulas “Building Synergy and Agricultural Collaboration
in Asia” dan “Indonesia toward National Self-Sufficient and Producer of Agriculture in Asia”.

Narasumber Asia lainnya akan hadir dalam sesi “Asian Government Collaboration for Better Farmers Welfare” dan “Uniqueness of Asian Agriculture to Improve Competitiveness in Global Market” serta “Millennial Farming: Digital Technology, Agriculture Productivity, and Supply Chain Ecosystem”
ASAFF 2020 diharapkan juga mampu mencetak transaksi bisnis pertanian di kawasan Asia.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close