Gelar Rakor Waketum PSMTI, Martinus Johnnie Sugiarto Berharap Dapat Terbentuk Tim Yang Solid
Jelang pelantikan pengurus pusat Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) periode 2022-2026, digelar Rapat Koordinasi Wakil Ketua Umum (Waketum) PSMTI yang membawahi empat bidang. Pertama bidang Digital dan Teknologi Informasi, Kedua bidang Marga-marga, ketiga bidang Organisasi Masyarakat (Ormas) Tionghoa dan keempat bidang Hubungan Luar Negeri.
Rapat dilangsungkan di Hotel Aston Kartika Grogol Jakarta Barat pada Senin (06/06/2022) dan dipimpin oleh Koordinator Waketum untuk empat bidang tersebut yakni Martinus Johnnie Sugiarto.
Rapat dihadiri oleh seluruh calon waketum bersama tim yaitu Wani Sabu ( Calon Waketum bidang Teknologi, Big Data dan IT), Untung Chandra (Calon Waketum Bidang Marga-marga), Tirtahadi Sendjaja ( Calon Waketum bidang Ormas Tionghoa) dan Aswen (Calon Waketum bidang Hubungan Luar Negeri).

Pada rapat koordinasi ini, dilangsungkan rapat kecil oleh masing-masing bidang untuk membahas program kerja yang dijalankan selama empat tahun kedepan. Usai rapat per bidang, dilanjutkan dengan mempresentasikan program-program yang disepakati tersebut oleh setiap Waketum.
Program yang disepakati ini, nantinya akan diajukan saat pelantikan Pengurus Pusat PSMTI yang dilangsungkan pada 6 Juli 2022 mendatang di Hotel Intercontinental Pondok Indah, Jakarta Selatan. Rencananya setelah pelantikan, Ketua Umum PSMTI Wilianto Tanta akan memimpin rapat membahas program yang diusulkan pada setiap bidang.
Rapat Koordinasi Waketum PSMTI bidang Digital dan Teknologi Informasi, bidang Marga-marga, bidang Ormas Tionghoa dan bidang Hubungan Luar Negeri ini ,merupakan inisiatif dari Martinus Johnnie Sugiarto sebagai koordinator Waketum PSMTI, agar dapat cepat mendapat pengesahan dari Ketua Umum PSMTI.

“Jadi ada empat Waketum di bawah saya, sehingga saya mengajak semuanya rapat membuat program kerja sehingga setelah dilantik nanti pada saat rapat kita hanya minta pengesahan dari Ketua Umum PSMTI dan pengurus pusat. Kalau sudah disahkan kita sudah bisa langsung kerja jadi siapkan dulu dari sekarang,” kata Martinus Johnnie Sugiarto saat diwawancarai tim liputan EL JOHN News di sela-sela rapat.
Martinus Johnnie Sugiarto berpesan kepada Waketum di bawah koordinasinya, untuk dapat menciptakan tim yang solid dan saling membantu antar bidang. Hal ini penting agar tidak ada bidang yang mengalami kesulitan saat menjalankan program-programnya.
“Harapan saya saat salah satu Waketum punya kegiatan, Waketum yang lain itu bisa support sehingga menjadi agak ringan begitu juga sebaliknya. Jadi semuanya itu harus kita anggap satu tim. Jadi coordinator plus empat Waketum itu adalah satu tim besar yang bekerja bersama saling bahu membahu, saling bantu membantu,” harap Tokoh Pariwisata Nasional ini.

Martinus Johhnie Sugiarto mengatakan program yang dibahas oleh setiap bidang tujuannya untuk mempermudah kinerja PSMTI. Seperti di bidang digital dan teknologi, yang nantinya kinerja PSMTI akan didukung oleh sebuah perangkat digital dan teknologi informasi yang mutakhir dan y dapat diakses dengan mudah serta cepat oleh seluruh pengurus PSMTI, mulai tingkat Pusat, Provinsi hingga Kabupaten/Kota.
“Saya harapkan perangkat digital dan teknologi informasi bisa cepat terwujud, sehingga kita punya program bisa lebih mudah disosialisasikan kepada seluruh Provinsi, Kabupaten/Kota se-Indonesia. Jadi dari Sabang sampai Merauke, kalau mereka pengen tahu PSMTI punya program di bulan depan, begitu masuk di internet langsung ada. Kita akan mentransformasikan informasi seperti itu,” ujar Martinus Johnnie Sugiarto.

Selanjutnya untuk bidang Marga-marga juga demikian, yakni adanya kemudahan dalam mendata marga-marga Tionghoa yang ada di Indonesia. Selama ini belum tertata dengan rapi dan lengkap.
“Nah saya ingin pada masa saya ini ingin mendapatkan data yang benar-benar real, benar-benar punya data yang lengkap, up to date, kita harus punya admin yang selalu mengupdate. Karena ketua marga suatu saat dia kan diganti yang baru nah ini, harus ada orang yang ngerjain. Jadi jangan data sudah tiga tahun ga di update. Jadi kita ingin semuanya itu diupdate,sehingga data-data kita itu betul-betul yang valid dan dapat dipercaya,” ungkap Martinus Johnnie Sugiarto.
