Gelar Refleksi Perayaan Tahun Baru IMLEK 2576/2025, Gus Imin Tegaskan Komitmen PKB Menjaga Kebhinekaan

0
WhatsApp Image 2025-01-27 at 09.46.18 (1)

Sebagai bagian dari upaya untuk melestarikan budaya dan memperkuat semangat pluralisme, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bersama Badan Persaudaraan Antar Iman (BERANI) menyelenggarakan acara Refleksi Perayaan Tahun Baru Imlek 2576/2025 di Restaurant Hao Di Fang, Season City, Jakarta Barat, pada Jumat malam (24/1/2025).

Acara ini sekaligus menjadi momen untuk mengenang perjuangan Presiden ke-4 Indonesia, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang telah memberikan kebebasan penuh kepada warga Tionghoa untuk merayakan Imlek dan adat istiadat mereka, dengan mencabut Instruksi Presiden No. 14 Tahun 1967 yang sempat melarangnya.

Acara yang bertemakan “Berkah Imlek, Menjaga Bumi Menjaga Kehidupan” ini memiliki makna yang mendalam, tidak hanya bagi warga Tionghoa, tetapi bagi seluruh masyarakat Indonesia. Tema ini mengajak kita semua untuk menjaga bumi dan lingkungan, demi kehidupan yang berkelanjutan dan lebih baik untuk generasi mendatang. Perayaan Imlek tahun ini menjadi ajang untuk meneguhkan pentingnya keharmonisan antar umat beragama, serta menjaga kebhinekaan yang telah menjadi ciri khas Indonesia.

Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam acara tersebut, antara lain Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat dalam Kabinet Merah Putih 2024-2029, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza, Sekretaris Jenderal PKB Hasanuddin Wahid, serta Anggota DPR RI/Wakil Ketua Komisi IV Daniel Johan, yang juga menjabat sebagai Ketua DPP PKB.

Selain itu hadir juga pengurus  Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), seperti Ketua Umum PSMTI Wilianto Tanta, Dewan Penyantun Abraham Rudy, Ketua Dewan Penasehat Lucas, Ketua Harian II PSMTI Pusat Djoni Toat, WKU Korwil Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat PSMTI Pusat Henry Husada, ketua Pembina PSMTI DKI Untung Chandra, Ketua PSMTI DKI Muljadi Husen, Nicho dan lainnya.

Tak hanya PSMTI, pengurus  Perhimpunan INTI dan tokoh lainnya juga ikut hadir, di antaranya  Teddy Sugianto selaku Ketua Umum Perhimpunan INTI, Kendro Setiawan selaku Wakil Ketua Umum, Esthy Lawrence selaku Bendaha, Pui Sudarto , Fuidy Luckman, Ketua Umum Perkumpulan Tionghoa Kalbar Indonesia (PTK Indonesia) Vincent Effendy, Dewan Penasehat Yordanus, Ketua Yayasan Bumi Katulistiwa Kartono Kadir, Edy Kartono Kadir, Ketua Perkumpulan Masyarakat Singkawang (Permasis) Lay Irianto, Ketua PINTI dr. Metta Agustina, Marliana  dan sejumlah tokoh lainnya.

Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, dalam sambutannya menegaskan bahwa PKB akan terus memperjuangkan nilai-nilai yang diajarkan oleh Gus Dur, terutama dalam hal pluralisme dan kebebasan beragama. Gus Dur, yang juga merupakan pendiri PKB, berperan besar dalam mewujudkan kebebasan bagi warga Tionghoa untuk merayakan Imlek. Pada tahun 2000, Gus Dur mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) No.6/2000 yang mencabut Instruksi Presiden No.14/1967, yang sebelumnya membatasi perayaan Imlek di Indonesia.

“PKB bersama Gus Dur telah memperjuangkan rasa nasionalisme dan kemanusiaan, serta memastikan bahwa setiap warga negara Indonesia, tanpa terkecuali, dapat merayakan tradisi dan agama mereka dengan bebas. Kami akan terus melestarikan budaya dan tradisi yang baik, seperti Imlek dan Cap Go Meh, yang telah menjadi bagian dari warisan budaya bangsa,” ujar Gus Imin, sapaan akrab Muhaimin Iskandar.

Lebih lanjut, Gus Imin juga menegaskan komitmennya untuk menjaga kesetaraan hak bagi seluruh warga negara Indonesia. “PKB berkomitmen untuk memastikan bahwa tidak ada lagi diskriminasi di Indonesia. Setiap warga negara berhak mendapatkan kesamaan hak dan kedudukan di depan hukum dan perundang-undangan. Kami akan terus menjadi garda terdepan dalam memastikan Indonesia tetap menjadi bangsa yang beragam, adil, dan makmur,” tegasnya.

Sebagai simbol penghormatan kepada para tokoh masyarakat Tionghoa dan pemuka agama, Gus Imin menyerahkan cenderamata berupa kue keranjang. Kue yang manis dan lengket ini mengandung filosofi yang dalam: untuk mempererat persaudaraan, serta mengingatkan kita akan harapan akan kehidupan yang lebih manis di tahun yang baru.

Dalam acara tersebut, Ketua Panitia Pelaksana Jauhari Liu menyampaikan bahwa penyelenggaraan Refleksi Perayaan Imlek ini dimaksudkan untuk menjaga dan mempererat keharmonisan antara sesama. “Perayaan Imlek bukan hanya sekadar ajang untuk berkumpul dan merayakan, tetapi juga untuk membangun kebersamaan dan menjaga keharmonisan. Ini adalah momen bagi kita semua untuk memancarkan energi positif dan saling menjaga kedamaian di seluruh bumi Nusantara,” ungkap Jauhari Liu.

Usai acara, Ketua DPP PKB Daniel Johan, yang juga merupakan Anggota DPR RI dari Komisi IV, mengungkapkan bahwa semakin banyak dukungan yang mengalir untuk mengangkat Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional. Menurut Daniel, Gus Dur adalah seorang Bapak Bangsa yang konsisten dalam memperjuangkan pluralisme dan menentang segala bentuk diskriminasi.

“Gus Dur adalah sosok yang sangat berarti bagi bangsa ini. Ia memperjuangkan kebebasan beragama dan berkeyakinan, serta memberikan ruang bagi setiap etnis dan kelompok untuk berkembang dan berpartisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Daniel Johan.

Pencabutan Inpres No.14/1967 yang dilakukan Gus Dur pada 17 Januari 2000 merupakan tonggak sejarah yang mengembalikan kebebasan bagi etnis Tionghoa untuk menganut agama dan menjalankan adat istiadat mereka, termasuk merayakan Imlek dan Cap Go Meh. Langkah ini membuka jalan bagi terciptanya Indonesia yang lebih inklusif, toleran, dan menghargai keberagaman.

Perayaan Imlek kali ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga keberagaman dan pluralisme sebagai kekayaan bangsa. PKB bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk PSMTI dan BERANI, berkomitmen untuk menjaga kebersamaan, keharmonisan, dan memelihara alam demi masa depan Indonesia yang lebih baik. Imlek 2576 menjadi momen refleksi bagi kita semua untuk merayakan kehidupan yang lebih manis, serta membangun bangsa yang lebih toleran, damai, dan sejahtera.

Dengan semangat yang mengusung kebersamaan, perayaan ini tidak hanya sekadar merayakan Tahun Baru Imlek, tetapi juga merayakan kebhinekaan dan keberagaman Indonesia yang menjadi fondasi kuat dalam perjalanan bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *