Google dan Temasek: Indonesia Raih Rp 55 Triliun Dari Investasi Starup

0
maxresdefault

Google dan Temasek menyebut sepanjang 2016 hingga kuartal ketiga 2017,  Asia Tenggara memperoleh investasi usaha rintisan (startup) berbasis digital sebesar US$ 12 miliar atau Ro 163 trliun. Hasil ini merupakan hasil riset yang dilakukan dua perusahaan raksasa tersebut pada pekan lalu.

Dari total yang masuk ke Asia Tenggara, Indonesia meraih 34 persen atau US$ 4,08 miliar (Rp 55 triliun). Dengan penghitungan ini maka tidak salah, jika Asia Tenggara menjadi wilayah yang menguntungkan bagi unvestor starup.

“Sesuai dengan prediksi, wilayah Asia Tenggara, khususnya Indonesia, memang sangat menarik bagi investor industri digital,” kata juru bicara Google Indonesia, Jason Tedjasukmana, beberapa waktu lalu.

Bahkan,  Jason memprediksi hingga saat ini,  nilai  investasi starup  yang masuk ke Asia Tenggara  sudah semakin besar. Ha tersebut diamati dari nilai investasi yang diperoleh setelah kuartal ke tiga tahun 2017, yang kini sudah masuk sebesar US$ 7 miliar, termasuk ke Indonesia.

Dalam  risetnya yang bertajuk “e-Economy SEA Spotlight 2017”, Google dan Temasek juga  menyoroti negara-negara di Asia Tenggara salah satunya Indonesia. Riset tersebut, memperkirakan aliran modal ke starup Indonesia semakin gencar di tahun 2018 mendatang.

Riset itu menyebutkan sebagian besar investasi masuk ke startup yang menyandang status Unicorn, atau memiliki valuasi lebih dari US$ 1 miliar (Rp 13,5 triliun). Keempat Unicorn Indonesia itu adalah Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak.

Investasi pada empat Unicorn itu mencapai lebih dari separuh dana yang masuk. Go-Jek mendapat suntikan dari Tencent Cina sebesar US$ 1,2 miliar (Rp 16 triliun). Traveloka menerima US$ 500 juta dari sindikasi JD.com Inc, Sequoia Capital, East Ventures, and Hillhouse Capital. Adapun Tokopedia disokong dana dari Alibaba sebesar US$ 1,1 miliar. (Sumber Tempo)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *