Gubernur NTT Sebut Kenaikan Tarif Masuk TNK untuk Memproteksi Kelestarian Komodo
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat membenarkan ada rencana kenaikan tarif masuk Taman Nasional Komodo (TNK). Bahkan orang nomor satu di NTT itu sudah mengetahui adanya polemik terkait kenaikan tarif ini.
Viktor menilai wajar sebuah kebijakan memunculkan polemik. Namun kebijakan untuk menaikkan tarif TNK itu. bukan tanpa alasan. Alasannya yakni kenaikan tarif TNK itu untuk menambah penghasilan daerah dan negara. Hal itu juga sebagai bentuk proteksi terhadap kelestarian Komodo sebagai satu-satunya binatang purba raksasa di dunia. Pungutan itu juga akan digunakan untuk membangun pariwisata yang berkelanjutan di Labuan Bajo.
Viktor tak khawatir akan tudingan beberapa pihak yang menyebut kenaikan tarif ini bakal menurunkan jumlah kunjungan wisatawan baik wisatawan nusantara (wisnus) atau wisatawan mancanegara (wisman). Justru Viktor optimis, jumlah kunjungan wisatawan ke TNK tetap stabil, kendati ada kenaikan tarif masuk TNK.
“Enggak dong, kalau cuma the one and only, kenapa mesti takut. Kita tidak mau orang yang datang hanya untuk mempergunakan potensi yang luar biasa untuk yang murah-murah. Ini, kan langka, di dunia cuma ada satu, maka dari itu tidak boleh murah,” kata Viktor kepada awak media saat acara soft opening Tempat Pelelangan Ikan Labuan Bajo,” kata Viktor beberapa waktu lalu.
Selain merencanakan kenaikan tarif Pulau Komodo, Viktor juga berencana membebaskan para jurnalis dari biaya masuk ke Pulau Komodo saat melakukan peliputan di objek wisata langka tersebut.
“Kalau jurnalis yang masuk dalam kawasan wisata Taman Nasional Komodo akan saya gratiskan. Tapi syaratnya harus memberitakan potensi pariwisata di kawasan wisata itu di medianya masing-masing,” kata Viktor.
Pernyataan Viktor ini dikuatkan oleh Kepala Dinas Pariwisata NTT Marius Jelamu. Marius mengatakan kenaikan harga tiket tersebut masuk akal karena hewan dan komodo di Taman Komodo memiliki peran yang besar bagi ilmu pengetahuan.
“Dengan adanya komodo, para ilmuwan dari berbagai negara berkunjung untuk mengembangkan ilmu pengetahuan terkhusus sejarah purba, flora fauna dan perkembangannya,” ujar Marius dilansir dari KumparanTravel, Minggu (2/12/2018).
Rencananya harga tiket masuk ke lokasi TNK akan naik dari Rp200 ribu menjadi USD500 untuk wisman . Angka itu setara dengan Rp7 juta. Sedangkan tarif bagi wisatawan domestik akan naik hingga USD100.
Tidak hanya berperan untuk ilmu pengetahuan, Taman Nasional Komodo juga mempunyai lanskap pemandangan yang sangat eksotis. Hal ini membangkitkan anggapan bahwa kenaikan tarif masuk Taman Nasional Komodo dipandang cukup layak.
Taman Nasional Komodo menjadi populer di seluruh dunia setelah dinobatkan menjadi salah satu dari tujuan keajaban dunia atay New 7 Wonder. Selain itu Pulau Komodo juga masuk dalam 10 Best Asian Destination 2018 versi Lonely Planet.
