Gubernur Sulsel Resmikan Pusat Rehabilitasi Narkoba Indonesia Timur

0
18b1457b-5381-4e55-bdb6-dcfc9f6b23931

Gubernur Sulsel meresmikan Gedung Utama Sayang Anak Bangsa (Mayang Asa) RSUD Sayang Rakyat, di Kecamatan Biring Kanaya, Kota Makassar, Selasa (27/3). Selain peresmian gedung, juga dilakukan pencanangan inovasi Program Go Grab (Goverment, Ayo Gerakan Rehabilitasi Anti Bubuk).

Pada awal acara dihadirkan safety briefing dan ditampilkan di depan gubernur. Mereka memperagakan simulasi ketika terjadi bencana.

Pemerintah Provinsi Sulsel dan Gubernur Sulsel berkomitmen untuk melakukan pemberantasan narkoba. Hadirnya gedung ini sebagai bentuk kepedulian terhadap rehabilitasi para pecandu narkoba.

Rumah sakit dan kesehatan yang makin baik, telah lama dipersiapkan oleh pemerintah dengan baik, selama 10 tahun kepemimpinan SYL.

“Kalau begitu ini adalah bagian itu, kita meresmikan, dengan mengatakan BNN dan para pemerhati bangsa, pakai ini kita siap mensupportnya,” kata SYL.

Sulsel sendiri dalam sepuluh tahun terakhir komitmen terhadap hal itu sangat besar. Dengan membangun sejumlah pusat rehabilitasi seperti di Balai Rehabilitasi BNN Baddoka serta kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulsel.

“Narkoba adalah tantangan baru bagi generasi muda Indonesia dan akan menghancurkan generasi muda jika tidak ditanggulangi. Semua elemen masyarakat harus turun tangan,” ujarnya.

Direktur RSUD Sayang Rakyat, drg Sri Fauziah Nur Alim, mengatakan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba yang melanda dunia juga berimbas ke tanah air, merambah ke seluruh lapisan masyarakat Indonesia tanpa terkecuali.

“Tanpa terkecuali, di lingkungan rumah tangga, rumah kost bahkan sampai ke sekolah-sekolah,” kata Sri Fauziah.

Sri Fauziah yang akrab disapa dokter Cia, menjelaskan, adapun pembangun rehabilitasi narkoba Rumah Sayang Anak Bangsa ini mengemban misi, yakni menjadi pusat rehabilitasi narkoba Indonesia timur, mewujudkan pusat rehabilitasi narkoba berbasis medis yang berkualitas, profesional dan melayani dengan hati. Serta, mewujudkan kehidupan baru bagi penyalahguna narkoba.

Melalui gedung ini, program rehabilitasi telah dimulai sejak Agustus 2016 sampai Desember 2017. Jumlah klien yang telah dirawat sejumlah 57 orang. Dengan tahun ini 11 orang.

“Gedung ini dibangun dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus Tahun 2017. Bangunan ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas ruangan, diantaranya, ruang detoksifikasi, ruang konseling, ruang primary, ruang shalat, ruang terapi musik dan berbagai kelengkapan ruangan lainnya,” urainya.

Sebelumnya, SYL melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Perawatan Rumah Sayang Anak Bangsa (Mayang Asa) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Rakyat, Kamis, 24 Agustus tahun lalu.

Gedung yang dibangun bernama Gedung Perawatan Rumah Sayang Anak Bangsa (Mayang Asa) tersebut, khusus melayani pasien ketergantungan narkoba. Gedung rumah sakit ini dapat menampung pasien hingga 100 orang, serta tiga lantai untuk pasien rehabilitasi pecandu narkoba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *