Guna Tingkatkan PAD, Destinasi Wisata di Pekalongan Ditambah
Untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata, Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dinparbudpora) Kota Pekalongan akan menambah sejumlah destinasi wisata baru.
Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata dan Kebudayaan Dinparbudpora Kota Pekalongan Ninik Murniasih menjelaskan, selama ini PAD dari sektor pariwisata hanya ditopang dari tiga obyek wisata.
Yakni Pantai Pasir Kencana, Pantai Slamaran dan Museum Batik, ditambah Gedung Olahraga dan Kesenian (GOR) Jetayu. Dari tiga objek wisata tersebut, Pantai Pasir Kencana diharapkan memberikan kontribusi paling besar terhadap PAD Kota Pekalongan.
Tahun ini, Pantai Pasir Kencana ditarget menyumbang PAD sebesar Rp 908 juta. Namun hingga saat ini, baru terealisasi Rp 200 juta. Sedangkan Museum Batik hingga Mei tahun ini menyumbang Rp 14,83 juta dari target yang ditetapkan Rp 50 juta. Adapun Pantai Slamaran menyumbang PAD Rp 42,947 juta.
Rumah Canting Pemilu
Untuk meningkatkan PAD dari sektor pariwisata, Dinparbudpora Kota Pekalongan berencana menambah beberapa obyek wisata baru. Di antaranya Rumah Canting Pemilu, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Pekalongan Mangrove Park. ìRencananya, Lapas akan menjadi destinasi wisata baru. Saat ini izinnya masih diproses.
Kalau izin sudah keluar, Lapas akan menjadi destinasi wisata minat khusus. Sehingga nantinya bisa menambah PAD,” tuturnya, beberapa waktu lalu. Sementara itu, dia menambahkan, Pekalongan Mangrove Park mulai tahun depan akan menjadi destinasi wisata baru di Kota Pekalongan.
Pekalongan Mangrove Park di Kelurahan Kandang Panjang, Kecamatan Pekalongan Utara ini nantinya akan dikelola sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (ODP). Di antaranya Dinparbudpora, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan.
Warga yang berkunjung ke Pekalongan Mangrove Park, selain bisa mendapatkan berbagai pengetahuan dan informasi tentang jenis-jenis mangrove di Pusat Informasi Mangrove (PIM), juga bisa menikmati suasana hutan mangrove. Warga bisa memilih, berjalan kaki atau berkeliling hutan mengrove menggunakan perahu katamaran. (Sumber Suara Merdeka)
