2

Setiap tanggal 29 September di peringati sebagai hari jantung sedunia, tujuan nya agar kita semua meyadari akan sebuah penyakit yaitu penyakit jantung yang menyebabkan kematian terbanyak di dunia termasuk di Indoneisa. Bahkan sampai hampir 30% kematian disebabkan oleh penyakit jantung tema peringatan hari jantung sedunia tahun 2020 “Gunakan Hati untuk Melawan Penyakit Jantung”.

Dokter spesialis anak dan ketua komite medik RS Panti Rapih Yogyakarta DR. Dr.  Fx. Wikan Indrarto, SpA mengatakan, Karena selama ini yang penyakit jantung hanya di anggap sebagai obyek pasien yang harus di obati tapi mari kita menggunakan perasaan juga tidak hanya menggunakan logika saja dalam mendampingi para penderita gangguan jantung apalagi pandemi covid memaksa kita banyak berubah. Tapi satu hal yang sangat penting pandemi covid-19 mengajarkan kita semua untuk menjaga atau merawat jantung kita masing-masing dengan baik ternyata sangat penting.

“Memang pandemi covid-19 yang sangat meresahkan di seluruh dunia bukan hanya Indonesia saja membuat saudara-saudara kita teman kita yang memiliki penyakit jantung menghadapi sebuah dilema. Kami memiliki banyak sebuah data bahwa seorang penderita gangguan atau penyakit jantung baik itu penyakit jantung kepada anak maupun pada dewasa atau lansia itu memiliki resiko yang sangat buruk apabila terinfeksi covid-19 itu yang disebutkan penyakit yang mendasari komorbid” Ungkap DR. Dr.  Fx. Wikan Indrarto, SpA dalam Acara El John Medical Froum yang di siarkan El John Tv.

“Seseorang yang memiliki komorbid terutama penyakit jantung apabila terapapar virus covid-19 maka derajatnya akan berat sekali, bahkan kemungkinan akan meninggal dunia ini yang pertama”

komorbid sebuah istilah dalam dunia kedokteran yang menggambarkan kondisi bahwa ada penyakit lain yang dialami selain dari penyakit utamanya.

Dr. Wikan menambahkan, Dilema yang kedua saudara dan teman kita yang memiliki penyakit jantung pada saat pandemi seperti ini mengalami kesulitan untuk melanjutkan perawatan atas penyakitnya karena apa. Karena mau datang kerumah sakit takut terpapar virus corona begitu pula pelayanan rumah sakit terkadang terganggu atau terhenti khusus untuk layanan tertentu karena konsentrasi tenaga SDM anggaran dan lain sebagainya sekarang semua sedang di geser untuk menangani covid-19 itulah kenapa kita di ingatkan pada tahun 2020 ini.

“menemani teman-teman kita saudara yang berpenyakit jantung dengan hati bahwa sebenarnya mereka memiliki dilemma yang sangat besar mari kita bantu mereka tidak hanya sekedar menggunakan logika maupun menggunakan pendekatan medis tapi menggunakan pendekatan hati” Ucap Dr. Wikan

Dr. Wikan mengungkapkan, Beryusukur kita sebagai warga Indonesia karena pemerintahan memiliki program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan dalam program ini ada sebuah layanan yang disebut dengan PRB (Program Rujuk Balik) PRB ini adalah layanan untuk Sembilan penyakit kronis yang stabil agar pasien tersebut tidak harus dilayani dirumah sakit tapi bisa dilayani seperti dokter keluarga atau puskesmas sehingga lebih dekat dengan rumah pasien dan layanannya tidak harus berkerumun didalam sebuah ruang tunggu yang besar seperti di rumah sakit yang besar.

Dari Sembilan yang masuk dalam program PRB salah satunya ada penyakit jantung jadi para peserta program JKN yang penjaminan pembiayaanya oleh BPJS Kesehatan dan memiliki gangguan jantung apabila bila kondisi penyakitnya sudah stabil dan kronis maka dipersilahkan untuk mengikuti program PRB.

“sehingga perawatan untuk penyakit jantung yang kronis dapat dilakukan puskesmas terdekat di rumah penderita dan mereka juga agan mendapatkan obat-obat untuk menjaga agar fungsi jatungnya tetap setabil paling tidak dalam tiga bulan kedepan dan bulan ke empat untuk rujukan kembali untuk di evaluasi oleh dokter spesialis jantung” Imbuh Dr. Wikan

Selain itu, WHF juga mengajak semua pihak untuk bisa menjadi berkontribusi dalam kesehatan jantung, dengan cara: Sebagai individu, Anda bisa memberi contoh perilaku menjaga kesehatan jantung bagi orang yang Anda cintai. Sebagai tenaga kesehatan, untuk membantu pasien Anda membuat perubahan positif untuk kesehatan jantung mereka.

Sebagai pemberi kerja, untuk berinvestasi dalam kesehatan jantung karyawan Anda. Sebagai pemangku kebijakan, untuk melaksanakan kebijakan dan inisiatif yang akan mengarah pada kesehatan jantung masyarakat yang lebih baik, seperti pajak gula, larangan merokok dan pengurangan polusi udara.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *