Ifa Isfansyah Terpilih Sebagai Ketua Umum IFDC yang Baru

0
20180227_184342(1)

Dunia perfilman Indonesia memang sedang masuk masa-masa membahagiakan saat ini. Ada beberapa alasan yang bisa membenarkan pernyataan tersebut.

Yang pertama adalah tentu saja terkait terpilihnya Ifa Isfansyah yang merupakan sutradara film ‘9 Summers 10 Autumns’ sebagai Ketua Umum Indonesian Film Directors Club (IFDC) untuk periode 2018-2022 mendatang. Ifa terpilih secara demokratis dalam Kongres Besar Kedua IFDC yang berlangsung di Monopoli Hotel, Kemang, Jakarta, Selasa (27/2).

Dalam prosesnya, Ifa Isfansyah berhasil unggul atas beberapa sutradara lainnya dalam proses pemilihan ketua umum IFDC, beberapa yang turut bersaing yaitu Ernest Prakasa, Ody C. Harahap dan Anggi Umbara. Pria asal Yogyakarta ini akan meneruskan tongkat estafet kepemimpinan IFDC dari Lasja F. Susatyo yang telah resmi mengakhiri masa tugasnya.

Lasja pun menitipkan pesan kepada ketua umum IFDC yang baru, dan berharap kepengurusan baru bisa dapat membawa IFDC semakin baik lagi.

“Saya merasa lega melepaskan jabatan ini, karena saya tahu ketua umum berikutnya adalah sosok yang bertanggung jawab, sudah cukup berpengalaman dalam dunia film, serta sosok yang pekerja keras. Ifa sebagai ketua umum IFDC yang baru merupakan pilihan terbaik saat ini. Saya berharap kepengurusan berikutnya bisa membawa perfilman Indonesia lebih dekat lagi ke masyarakat melalui peran aktif IFDC dalam menjalin kerjasama dengan berbagai pihak,” kata Lasja yang di kepengurusan baru berposisi sebagai Penasehat IFDC.

Pernyataan Lasja ini seakan dijawab juga dengan meyakinkan oleh Ifa beberapa saat setelah penutupan kongres yang dilakukan oleh Ketua Bekraf, Triawan Munaf.

“Sebagai organisasi, IFDC tidak bisa bergerak sendirian. Saya targetkan 4 unsur utama yang harus dirangkul IFDC ke depannya, 4 unsur ini adalah Pemerintah sebagai pembuat kebijakan, Produser sebagai pemilik modal pembuatan film, Penonton sebagai penikmat karya film kami dan Pers atau media yang jadi jembatan kami menyuarakan segala ekspresi kami,” tegas Ifa.

Sementara itu, kabar baik kedua untuk dunia film Indonesia dibawa informasinya oleh Triawan Munaf, isi informasinya adalah BPS telah merilis fakta bahwa sektor perfilman tumbuh 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Saya tadi siang preskon (konferensi pers) umumkan survey pusat statistik untuk ekonomi kreatif. Ada fakta baru. Yang sangat penting yakni pertumbuhan tertinggi itu di film tumbuh 10 persen,” ujar Ketua Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf dalam sambutannya di acara penutupan Kongres Besar Kedua IFDC.

Triawan mengatakan, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, jumlah penonton Indonesia terus mengalami peningkatan signifikan.

“Disampaikan oleh Badan Pusat Statistik jumlah penonton Indonesia dari 16 juta di 2015 sekarang 42,7 juta apalagi nanti layar ditambah dan sekarang sudah 1500 layar,” katanya.

Dijelaskan juga oleh Triawan bahwa saat ini di lapangan kurang lebih 120 judul film sedang mencari tanggal tayang di bioskop untuk tahun 2018.

“Saat ini sudah 120 film cari tanggal di bioskop. Kalau nggak sampai 2,5 persen rugi bioskop ini, bisa tutup. Kalau paksakan film. Kurang berkualitas susah juga dong,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *