Indonesia Catat Komitmen Investasi USD 23,8 Miliar di Expo Osaka, Siap Rebut Pasar Global
Indonesia berhasil meraih perhatian dunia lewat partisipasinya di World Expo 2025 Osaka, Jepang, dengan sejumlah capaian yang menggembirakan dan membuka peluang besar bagi pembangunan nasional ke depan. Prestasi tersebut dikonfirmasi oleh Pemerintah setelah komitmen investasi senilai US$ 23,8 miliar diraih, yang direncanakan mulai direalisasikan pada tahun 2026.
Keberhasilan ini turut mendapat dukungan langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang pada Sabtu, 20 September 2025, mengunjungi Paviliun Indonesia di Expo Osaka. Kehadirannya dianggap sebagai simbol kuat bahwa Pemerintah menaruh perhatian besar terhadap kerja sama investasi dan diplomasi budaya sebagai bagian dari strategi pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Rachmat Pambudy, menyebut bahwa investasi dalam jumlah tersebut cukup signifikan dan dapat mendukung percepatan Indonesia menjadi negara maju, melalui berbagai proyek strategis di sektor-sektor unggulan.
Paviliun Indonesia di Expo Osaka dirancang dengan tema “Thriving in Harmony: Nature, Culture, Future”, hadir dengan desain berbentuk kapal besar yang melambangkan identitas nasional sebagai bangsa maritim. Konsep ini juga menyertakan unsur budaya, kuliner, alam, serta elemen keberlanjutan, memperlihatkan bahwa pameran bukan sekadar estetik, tapi juga sarana diplomasi identitas dan ekonomi.

Lebih dari 2,8 juta orang telah berkunjung ke Paviliun Indonesia sejak pembukaan resmi pada 13 April 2025. Angka kunjungan ini menunjukkan antusiasme yang besar dari publik, baik dari Jepang maupun negara lain.
Investasi yang diraih meliputi berbagai sektor seperti ekonomi kreatif, pariwisata, industri hijau, dan pengelolaan lingkungan. Paviliun Indonesia juga mengadakan banyak aktivitas bisnis seperti forum investasi, pertemuan satu-ke-satu antara pelaku usaha dan investor, serta peluncuran budaya, termasuk peluncuran film pendek, trilogi buku kuliner, pertunjukan seni, dan presentasi produk lokal.
Dengan komitmen investasi sebesar US$ 23,8 miliar (jika dikonversi dengan kurs tertentu, mendekati Rp 390– Rp 400 triliun tergantung kurs) ini, harapannya proyek-proyek terkait bisa mempercepat penciptaan lapangan kerja, mendongkrak ekspor, pengembangan teknologi bersih, serta transformasi digital.

Meskipun komitmen investasi berhasil dicapai, tantangan realisasinya akan mulai terasa sejak 2026 — bagaimana memastikan semua kesepakatan benar-benar dijalankan, dari aspek regulasi, perizinan, hingga kualitas proyek. Pemerintah juga diberikan tugas menjaga agar branding nasional yang dibangun melalui Paviliun Indonesia tetap konsisten dan berkelanjutan, termasuk menjaga budaya lokal tetap terwakili saat bersaing di pentas global.
Sekretaris dan petinggi Paviliun, seperti Vivi Yulaswati selaku Deputi Ekonomi dan Transformasi Digital Bappenas sekaligus Commissioner General Paviliun Indonesia, menyatakan bahwa Paviliun bukan hanya pameran statis, tetapi platform yang terus menggelar program budaya dan bisnis hingga Expo berakhir, sebagai bagian dari upaya memperkuat citra dan memperluas kerja sama internasional.

Dengan semua ini, Expo Osaka menjadi salah satu momentum penting bagi Indonesia: tidak hanya untuk menunjukkan potensi ekonomi dan budaya, tetapi juga sebagai titik tolak agar proyek-proyek besar dan inovatif berjalan nyata, tidak sekadar janji.
