Indonesia-Singapura Gelar Pertemuan Bahas Investasi Pariwisata
Indonesia diwakili Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyelenggarakan ‘The 1 st Joint Working Group Meeting (JWGM) on Tourism’ bersama Singapura di Hotel Mercure Sabang Jakarta, Jumat, 23 Maret 2017. Penyelenggaraan kegiatan JWGM on Tourism ini sebagai tindak lanjut dari hasil nota kesepahaman bersama (MoU) kedua negara saat leader retreat di Semarang pada November 2016 lalu serta dalam rangka mendukung dan melaksankan kerjasama pengembangan pariwisata yang telah disepakati.
Siaran pers yang diterima redaksi El John News menyebutkan Kegiatan JWGM on Tourism Indonesia-Singapura kali ini membahas tiga topik utama yakni; kapal pesiar, MICE, dan investasi di bidang pariwisata. Untuk membahas ketiga topik tersebut delegasi Indoneia akan diwakili oleh Indroyono Soesilo untuk topik kapal pesiar, sedang Hiramsyah Sambudhy mengenai investasi dan Rizky Handayani membahas topik MICE.
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya meminta agar pertemuan JWGM on Tourism itu menghasilkan program kegiatan yang real dan deal untuk diimplementasikan kedua pihak serta berusaha menghilangkan kegiatan yang bersifat seremonial. “Harus ada satu program yang bisa langsung diimplementasikan apakah terkait dengan program kapal pesiar, promosi bersama bidang MICE ke Bintan, Batam atau Karimun, maupun penunjukan lokasi investasi di tiga destinasi yang diminanti investor Singapura; apakah Danau Toba, Mandalik,a atau Yogyakarta terpinting jangan banyak serimonialnya,” pesan Menpar Arief Yahya kepada delegasi Indonesia dalam JWGM on Tourism seusai menerima Dubes Singapura untuk Indonesia di kantor Menpar belum lama ini.
Menpar Arief Yahya mengatakan, kita akan meminta operator cruise Singapura untuk dapat menaikkan dan menurunkan penumpangnya di 5 pelabuhan besar yaitu; Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Perak, Benoa, dan satu pelabuhan lain yang diusulkan yaitu Tanjung Mas Semarang sekaligus disiapkan paket-paket wisatanya.
