BusinessEconomicInvestment

Indonesia Undang Para Delegasi WEF 2018 Berinvestasi

Pemerintah Indonesia mengundang delegasi dan investor dunia yang hadir dalam World Economic Forum (WEF) 2018 di Davos, Swiss, untuk datang dan berinvestasi di Tanah Air. Perhelatan tahunan itu menjadi ajang bergengsi untuk mempromosikan Indonesia lantaran turut dihadiri Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri India Narendra Modi.

Pemerintah Indonesia dan kalangan swasta untuk pertama kalinya mendirikan Indonesia Pavilion dan menyelenggarakan ‘Indonesian Night‘ untuk kedelapan kalinya sebagai sarana untuk menunjukkan kemajuan Indonesia masa kini dan masa depan.

“WEF adalah konferensi tingkat tinggi ekonomi yang sangat efektif untuk update kepada peserta WEF terkait terobosan-terobosan terkini di Indonesia,” kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Trikasih Lembong, dalam keterangan di Jakarta, Jumat (26/1).

Indonesia Pavilion merupakan inisiatif pemerintah Indonesia untuk menyediakan tempat bagi delegasi WEF guna mengenal lebih jauh Indonesia yang diwakili perwakilan dari beberapa kementerian/lembaga pemerintah, BUMN, dan swasta nasional.

Indonesia Pavilion dibuka mulai 23 hingga 26 Januari 2018 dan terselenggara atas kerja sama antara BKPM dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Kementerian Pariwisata (Kempar) serta didukung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemko Maritim), Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Kementerian Perdagangan (Kemdag), Kementerian Perindustrian (Kemperin), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Kementerian BUMN.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan memaparkan proyek-proyek infrastruktur yang dapat dibiayai melalui skema pembiayaan non-APBN dengan melibatkan investor swasta kepada institusi keuangan dunia anggota WEF.

Sementara Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, pada kesempatan yang sama, menyampaikan pemerintah mendorong peningkatan keterampilan pekerja melalui kerja sama dengan swasta untuk mendukung kebutuhan industri nasional dalam rangka meningkatkan kapabilitas industri nasional.

Adaun Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara membawa pesan pengembangan industri digital Indonesia. Saat ini telah ada empat unicorn yakni GoJek, Tokopedia, Traveloka dan Bukalapak. Ia memprediksi unicorn yang akan muncul selanjutnya adalah pengembangan aplikasi seluler bidang kesehatan dan pendidikan.

Sementara itu, Bekraf mempromosikan kegiatan World Conference on Creative Economy (WCCE) yang akan diselenggarakan pada tanggal 4 hinga 6 Mei 2018 di Bali kepada para delegasi WEF.

“WCCE pertama kalinya akan dilaksanakan di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia serius untuk mengembangkan ekonomi kreatif dan terbuka untuk berkolaborasi dengan dunia internasional,” kata Wakil Kepala Bekraf Ricky Pesik.

Dalam kegiatan Indonesian Night, sejumlah tamu yang hadir, antara lain, Perdana Menteri Montenegro, Menteri Perdagangan Australia, CEO Group AirAsia, Tony Fernandes, Anthony Tan dari Grab, dan Joseph Stiglitz.

Adapun pejabat Indonesia yang hadir adalah Menko Maritim, Luhut Pandjaitan, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, Kepala BKPM, Thomas Lembong, dan Duta Besar Hasan Kleib selaku Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional lainnya di Jenewa.

Para menteri yang hadir mengundang investasi dari para delegasi WEF ke Indonesia. Mereka juga meminta pimpinan negara asing dan para investor datang ke Indonesia untuk terus menikmati keramahan dan kehangatan masyarakat.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close