Ini Strategi Jitu Dinas Lingkungan Hidup Lampung Selatan Dalam Mengatasi Sampah
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lampung Selatan Feri Bastian mengungkapkan masalah sampah menjadi salah satu yang mendapat perhatian lebih dari Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto. Agas masalah sampah ini tidak berlarut-larut, Nanang menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup untuk segera mengambil Langkah mengatasi masalah klasik tersebut.’
Instruksi tersebut langsung ditindaklanjuti cepat oleh Dinas Lingkungan Hidup dengan mengeluarkan sejumlah strategi, diantaranya menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat Lampung Selatan untuk menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Feri mengakui tidak mudah merubah mindset masyarakat untuk menerapkan pola PHBS, namun edukasi tentang PHBS tetap dilakukan agar ada kesadaran masyarakat untuk merubah pola hidupnya
“Di mana pun pasti ada kendala, terutama yang menjadi masalah itu adalah pola pikir hidup sehat dan bersih. Sosialisasi dan pembinaan setiap tahun kita lakukan dan tugas kami tidak sampai di situ secara terus menerus kami laksanakan, karena untuk merubah mindset pola hidup sehat dan bersih itu sangat susah itu tergantung dari niat diri manusia,” kata Feri saat diwawancarai tim liputan EL JOHN News di kantor EL JOHN TV, Neo Soho Capital lantai 40, Jalan Letjen S. Parman, Jakarta Barat, Jumat (05/08/2022).

Strategi lainnya, yakni dilakukan edukasi kepada para ibu PKK tentang tata cara mengelola sampah yang hasilnya dapat bermanfaat. Ada salah satu desa di Lampung Selatan yang dijadikan percontohan bagi desa lainnya. Di Desa percontohan tersebut, para Ibu PKK-nya berhasil melakukan pemilahan sampah yang hasilnya digunakan untuk amal.
“Di desa itu kita sosialisasikan kepada ibu PKK-nya masalah penanganan sampah dan kita ajak bagaimana mengelolah sampah yang tidak berguna menjadi menjadi yang bermanfaat. Mereka melakukan pemilahan sampah, terus sampah itu dijadikan amal. Dalam hal ini, hasil pemilahan sampah itu dijual kepada pengepul dan hasil dari penjualannya diberikan kepada masyarakat yang kurang mampu,” terang Feri.
Selanjutnya, Dinas Lingkungan Hidup juga membuat program bank sampah yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang ingin mengelola sampah menjadi produk ekonomis. Sampah yang terdapat di bank sampah ini, merupakan sampah-sampah yang bisa didaur ulang sehingga masyarakat tidak kesulitan untuk mencari sampah yang dapat dikelola kembali untuk dijadikan produk yang memiliki nilai jual.
“Ada lima bank sampah di Lampung Selatan khusus untuk menangani masalah sampah di desa dan memanfaatkan sampah itu sendiri yang sebelumnya tidak bermanfaat menjadi bermanfaat, jadi ada nilai ekonomisnya. Dan kedepan program Bank Sampah ini, akan kita tingkatkan Kembali sebagai salah satu strategi untuk mengurangi sampah yang ada di Kabupaten Lampung Selatan,” ujar Feri.

“Nilai ekonomisnya, bisa dibuat semacam aksesoris, seperti topi lalu ada mainan anak-anak itu bahannya dari sampah domestik semua. Itu sudah dilakukan dan dikemas dari desa menjadi UMKM dan dijadikan promosi di Dekranasda di Lampung Selatan,” sambung Feri.
Menurut Feri, sampah yang menjadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup tidak hanya sampah yang terjadwal, sampah yang tidak terjadwal atau sampah liar juga menjadi salah satu yang difokuskan dalam penanganannya. Sampah liar ini, adalah sampah yang menumpuk di sembarang tempat.
Untuk mengatasi sampah liar tersebut, Dinas Lingkungan Hidup telah membentuk satgas yang bertugas memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan juga mengawasi keberadaan sampah liar untuk selanjutnya dilakukan pembersihan.
“Kta Pemerintah Daerah dalam penanganan sampah ini, tentunya ada sampah-sampah yang tidak terjadwal dapat dibilang sampah liar, itu menjadi kendala kami. Dan kami sudah membentuk tim juga untuk mengatasi sampah liar,” ungkap Feri.

Feri berharap masyarakat Lampung Selatan dapat menerapkan PHBS agar masalah sampah dapat teratasi dengan sempurna. PHBS menjadi kunci untuk menghentikan volume sampah yang tidak teratur dan tersebar sembarangan.
“Jadi harapan kedepan kita agar bisa menerapkan pola hidup sehat dan bersih, khususnya masalah sampah. Karena sampah bisa ditanggulangi apabila mindset dan pola pikir masyarakat bisa dilakukan dengan baik untuk masalah sampah ini sendiri,” tutup Feri.
