WhatsApp Image 2026-06-10 at 17.25.53

El John News, Jakarta – Yayasan El John Indonesia bersama El John Pageants kembali memperkenalkan para perempuan inspiratif yang akan berkompetisi dalam ajang Putri Bumi Indonesia 2026. Salah satu finalis yang resmi diumumkan adalah Prastisya Halim, utusan Provinsi Riau yang siap membawa semangat keberlanjutan lingkungan melalui pemberdayaan masyarakat dan pelestarian alam.

Terpilih sebagai Finalis Putri Bumi Indonesia 2026 menjadi momen yang sangat membahagiakan bagi Prastisya. Ia mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan untuk mewakili Provinsi Riau di ajang nasional yang berfokus pada isu lingkungan dan keberlanjutan.

Menjadi Finalis Putri Bumi Indonesia 2026 bukan hanya sebuah pencapaian pribadi bagi saya, tetapi juga amanah dan harapan dari masyarakat sebagai perwakilan Provinsi Riau. Saya percaya setiap perempuan memiliki kemampuan untuk menjadi agen perubahan, dan saya ingin menggunakan platform ini untuk menginspirasi lebih banyak generasi muda agar lebih peduli terhadap lingkungan,” ungkap Prastisya.

Menurut Prastisya, tantangan lingkungan saat ini tidak hanya berkaitan dengan persoalan sampah maupun perubahan iklim. Tantangan yang lebih besar adalah bagaimana menjadikan upaya pelestarian lingkungan mampu berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Saya ingin menyuarakan bahwa penyelamatan bumi tidak boleh meminggirkan kesejahteraan masyarakat lokal. Ketika masyarakat merasakan manfaat langsung dari menjaga alam, maka gerakan pelestarian lingkungan akan tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Berangkat dari pemikiran tersebut, Prastisya mengembangkan program advokasi bertajuk GERHATI RIAU (Gerakan Rumah Herbal Terintegrasi Riau) dengan slogan #MenanamHariIniMenyejahterakanEsokHari.

GERHATI merupakan gerakan yang mengajak setiap keluarga menanam minimal satu tanaman herbal di pekarangan rumah. Tanaman seperti jahe, kunyit, serai, dan temulawak tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan keluarga, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang dapat mendukung kesejahteraan masyarakat.

Melalui program ini, Prastisya ingin membangun ekosistem yang menghubungkan kesehatan, kemandirian ekonomi, dan kelestarian lingkungan secara bersamaan. Ia percaya perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten oleh masyarakat.

Agar memberikan dampak yang lebih luas, GERHATI dirancang untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Dasawisma, PKK, komunitas lingkungan, Bank Sampah, hingga program Green Policing yang telah berjalan di Provinsi Riau.

Melalui kolaborasi tersebut, pekarangan rumah tidak lagi menjadi ruang yang terabaikan, melainkan sumber manfaat yang menghasilkan tanaman obat, mengurangi sampah, memperluas ruang hijau, dan membuka peluang ekonomi berbasis produk herbal,” jelasnya.

Prastisya berharap program ini dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat dan terus berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan maupun kehidupan sosial ekonomi masyarakat.

Baginya, keberlanjutan bukan tentang melakukan sesuatu yang besar, melainkan tentang konsistensi dalam melakukan hal-hal baik setiap hari.

GERHATI lahir dari keyakinan bahwa satu rumah yang menanam satu tanaman herbal dapat menjadi awal dari perubahan yang lebih luas. Dari satu pekarangan tumbuh kesehatan, dari satu tanaman lahir nilai ekonomi, dan dari satu gerakan tercipta lingkungan yang lebih hijau,” tuturnya.

Sebagai putri daerah yang lahir dan tumbuh di Provinsi Riau, Prastisya berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi nyata bagi lingkungan. Melalui ajang Putri Bumi Indonesia 2026, ia berharap dapat memperkuat kolaborasi dan mengajak lebih banyak masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih hijau, berkelanjutan, dan berdaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *