Jadikan Borobudur Sebagai Pusat Religi Agama Buddha di Dunia, TWC dan ABTO Gelar Sosialisasi Paket Pilgrim Tour
Taman Wisata Candi (TWC) dan Association of Buddhist Tour Operators Indonesia (ABTO) berkolaborasi menggelar sosialisasi produk baru paket Pilgrim Tour di The Manohara Hotel, Yogyakarta, Senin (04/09/2023).
Sosialisasi digelar dalam rangka menggaungkan Candi Borobudur sebagai pusat reiligi agama Budha di dunia. Acara ini dihadiri puluhan tour operator dari Yogyakarta, Magelang dan sekitar serta perwakilan dari asosiasi travel agent.
Tampil sebagai pembicara Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Buddha Ditjen Bimas Buddha Kemenag Nyoman Suriadarma, VP of Commercial & Experience PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko Emilia Eny Utari; Vice President ABTO Efendi Hansen yang juga sebagai Duta Wisata Spiritual Candi Borobudur; Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Agama Buddha Bhikkhu Ditti Sampanno. dan Sub Koordinator Warisan Dunia Borobudur, Museum Cagar Budaya Kemendikbudristek Wiwit Kasiyati.

Paket Pilgrim Tour ini merupakan bentuk komitmen TWC dalam menjalankan arahan Presiden Jokowi yang mendorong agar kegiatan spiritual agama Buddha dipusatkan di Candi Borobudur. Hal tersebut disampaikan Emilia saat tampil sebagai pembicara pertama.
Oleh karena itu,sosialisasi Paket Pilgrim Tour ini dinilai Emilia, penting disosialisasikan kepada para tour operator agar dapat bersama-sama mendatangkan peziarah dan pencinta budaya dalam mengeksplorasi aspek spiritual dan sejarah Candi Borobudur serta yang juga tak kalah penting dapat memberikan dampak ekonomi kepada Masyarakat sekitar
“Dan tentunya di dalam kita membuat paket ini kita juga harus memberikan dampak sosial kepada masyarakat dan juga kita harus memperkenalkan hasil-hasil produk UMKM lingkungan, sehingga apa yang kita buat kedepan Paket Pilgrim Tour ini harus benar-benar memberikan sosial ekonomi yang dirasakan masyarakat di sekitar lingkungan,” kata Emilia.

Vice President ABTO Efendi Hansen mengapresiasi kehadiran tour operator di acara sosialisasi ini. Menurutnya dengan Kehadiran para Tour Operator maka akan ada persamaan persepsi bahwa Candi Borobudur merupakan pusat religi agama Buddha di dunia, dengan demikian para tour operator akan saling bekerjasama untuk mempromosikan paket wisata pilgrim.
“Kita tidak ada saingan yang ada persahabatan, bagaimana kita kerja bersama bergandengan tangan supaya Borobudur dan candi-candi yang ada di Jawa Tengah dan Yogyakarta bisa terangkat, bisa kita gaungkan menjadi pilgrimage dunia dan ini kita didukung oleh Menteri Agama dimana beliau begitu naik langsung satu patah kata beliau mengatakan diharapkan Borobudur menjadi Mekahnya Umat Buddha di dunia,” kata Efendi Hansen .

Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Agama Buddha Bhikkhu Ditti Sampanno. mengatakan pihaknya bersama pemangku kepentingan sedang merencanakan pelatihan untuk pemandu wisata tentang tata cara yang benar saat melakukan kegiatan religi di Candi.
“Tata cara tersebut kini sedang disusun atas arahan dari kementerian Agama yang nantinya dapat disinergikan dengan pelaksanaannya, yang menurut buku panduan kami bahwa yang dilakukan di Candi Borobudur dan semua candi apa saja, yaitu pertama puja atau penghormatan kepada Candi atau makhluk yang ada di situ. Kemudian dilanjutkan dengan pradaksina tiga kali selama pradaksina itu bisa dikatakan meditasi jalan. Setelah dilanjutkan dengan meditasi kalau tidak bisa naik ke atas bisa di salah satu sisi Candi. Selanjutnya dengan doa dan berbuat amal kebajikan,” terang Bhikkhu Ditti

Hal senada disampaikan Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Buddha Ditjen Bimas Buddha Kemenag Nyoman Suriadarma. Ia mengatakan bahwa Ditjen Bimas Buddha telah mendapat instruksi dari Presiden untuk membuat peta jalan pemanfaatan Candi Borobudur termasuk tata cara dalam wisata pilgrim bersama Asosiasi Perguruan Tinggi Agama Buddha.
Menurut Nyoman tata cara yang sedang disusun tersebut ini akan menjadi daya tarik yang luar biasa bagi Masyarakat yang ingin melakukan wisata religi di Candi Borobudur maupun candi lainnya, apalagi umat Buddha di dunia sudah mendekati 1 miliar orang.

“Di China saja, pemeluk agama Buddha 18 persen kurang lebih 250 juta itu potensi pasar yang besar untuk melakukan wisata religi atau pilgrim ke Candi Borobudur dan Candi di sekitarnya. Belum lagi Thailand, Thailand itu 93 persen pemeluk agama Buddha. Artinya apa, artinya potensi pasar untuk wisata religi akan sangat besar,” ujar Nyoman.
Sementara itu, Sub Koordinator Warisan Dunia Borobudur, Museum Cagar Budaya Kemendikbudristek Wiwit Kasiyati. Menyatakan pihaknya siap mendukung paket wisata religi yang digagas PT. TWC.

“Kami dari museum cagar dan budaya warisan dunia Borobudur tentunya menyambut baik akan memfasilitasi dan melayani dari program PT. TWC yang menjual produk paket Pilgrim setingkat ASEAN yang menindaklanjuti ratas Presiden RI yang mengatakan Borobudur supaya menjadi lebih besar dengan kegiatan spiritual,” tegas Wiwit.
