Business

Jaga Kepercayaan, Menjadi Kunci BNI Multifinance Untuk Berkembang

BNI Multifinance semakin menunjukkan performancenya sebagai salah satu perusahaan pembiayaan terbesar di Indonesia.  Hal itu, dibuktikan BNI Multifinance  dengan meraih laba bersih sebesar Rp45,15 miliar pada tahun 2019.

Direktur Utama BNI Multifinance  Hasan Gazali Pulungan mengatakan, laba yang diraih itu,  mengalami kenaikan sekitar 65 persen dibandingkan tahun  lalu yang hanya mencapai Rp27,63 miliar. Bukan hanya pertumbuhan laba, namun anak perusahaan BNI ini juga mengalami pertumbuhan aset.

Untuk Aset, pertumbuhannya mencapai double digit, yakni dari Rp1,318 triliun pada tahun 2018 menjadi Rp1,86 triliun di tahun 2019. Selain aset, kabar gembira juga datang dari sektor pembiayaan.

“Yang ketiga pertumbuhan di bidang pembiayaan, sebesar 25,5 persen dari 1,09 triliun di tahun  2018 tumbuh menjadi 1,37 triliun di tahun 2019. Di samping itu, kami juga dapat menekan NPL (Non Performing Loan)  di angka 0, 04 persen atau di bawah 1 persen. Kami cukup bersyukur bahwa kinerja perusahaan  di tahun 2019 ini sangat baik,” kata Hasan saat menjadi nara sumber dalam program Indonesia Business Forum yang disiarkan langsung oleh EL JOHN TV. Program ini,  dipandu oleh CEO EL JOHN Media M.J Sugiarto sebagai host dan  untuk Co Host diisi oleh  Miss Cosmo World 2018 Delvia Wirajaya.

Pertumbuhan gemilang yang diraih BNI Multifinance juga diamini Direktur Bisnis BNI Multifinance Linda Saragih yang juga tampil sebagai nara sumber dalam program ini. Linda mengatakan pertumbuhan yang dialami BNI Multifinance merupakan perusahaan ini selalu dipercaya masyarakat yang membutuhkan pembiayaan.

“Kita growth terus, sehingga laba lumayan ya, dan kreditur juga sudah percaya sama kita. Sehingga untuk modal, kita rasa tidak ada masalah. Nah kalau fokusnya, kami lebih ke komersial atau untuk perusahaan biar produktif, sejalan dengan BNI ya,” ungkap Linda.

Linda melanjutkan, BNI Multifinance tetap berpedoman pada komersial produktif untuk tetap eksis menjalankan roda operasionalnya. “Nah kami memang lebih ke komersial ke produktif.  Kita lihat justru ini kelebihan kita ya,  tidak banyak multifinance main di produktif. Cuma tahun ini, kita memang ingin menambah porsi konsumtifnya begitu,” tambah Linda.

Pertumbuhan yang dialami BNI Multifinance sepertinya akan tetap terjaga, hal itu terlihat dari kerja sama yang dilakukan perusahaan ini kepada para nasabahnya. Hasan mengatakan, perusahaan yang diajak kerja sama adalah perusahaan Multi National Company yang telah mempercayakan BNI Multifinance yang telah memberikan kemudahan dalam hal pembiayaan.

“Kalau 2020 kami sebenarnya adalah menambah jumlah kerja sama. Hari ini kami sudah kerja sama. Saya jujur ada beberapa, kalau kaca mata saya multi national company dan Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM).  Jadi kami sudah kerja sama dengan Exindo misalnya. Tentunya dengan kerja sama itu, akan  memberikan keuntungan, benefit  kepada nasabah, apa keuntungannya. Kalau nasabah, multi finance tidak punya kerja sama , dia harus bayar tunai sebelum barang  dikapalkan. Tapi kalau sudah ada kerja sama, bayarnya nanti.  Dia sudah bisa menerima barang on side sudah diproduksi  baru muncul tagihan, jadi seperti itu. tutur Hasan.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close