Jakarta dan Bekasi Perkuat Kolaborasi Infrastruktur: Dari Transportasi hingga Air Bersih

0
siaranpers_pemprov_dki-20250708143823_vntl1z_498

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bersama Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, melangsungkan pertemuan di Balai Kota Jakarta pada Selasa (8/7/2025), untuk membicarakan langkah kolaboratif antara kedua pemerintah daerah. Rangkaian pembicaraan meliputi pembangunan transportasi publik, distribusi air bersih, dan pengelolaan limpah sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Pramono menjelaskan bahwa diskusi pertama fokus pada projek mobilitas warga Bekasi ke Jakarta. Kedua pemerintah menyepakati pembangunan fasilitas park and ride, flyover, serta prasarana pendukung yang dirancang untuk mengurangi kemacetan dan mempermudah akses antarwilayah.

“Kami telah membentuk tim operasional gabungan antara Jakarta dan Bekasi untuk merealisasikan proyek ini,” terang Pramono.

Kerja sama selanjutnya menyentuh kebutuhan dasar: air bersih. Pemprov DKI akan memanfaatkan kapasitas produksi PAM Jaya untuk memasok air bersih melalui distribusi oleh PDAM Tirta Patriot. Kesepakatan ini diharapkan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah perbatasan kedua daerah.

“Saya telah menyetujui model kerja sama ini. Langkah praktisnya nanti dilakukan oleh kedua BUMD,” tandas Pramono.

Diskusi ketiga berkaitan dengan pengelolaan sampah di TPST Bantargebang, di mana perpanjangan kontrak hingga 2026 menjadi salah satu poin utama. Penataan armada dan fasilitas pengangkutan juga dibahas untuk meminimalisir dampak lingkungan pada penduduk sekitar.

Wali Kota Tri Adhianto menyebut momentum ini sangat penting bagi warga Bekasi. Ia menyambut positif dukungan Jakarta, khususnya terkait air bersih, infrastruktur transportasi, dan pengelolaan TPST.

“Air baku dari PAM Jaya sangat penting untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dekat perbatasan,” ujarnya.

Tri juga menyampaikan aspirasi tambahan: dukungan alat berat untuk menertibkan bangunan liar yang mengganggu saluran air dan sungai penyangga Jakarta. Kehadiran park and ride yang terintegrasi dengan hunian dan pasar tradisional juga menjadi kebutuhan mendesak.

Pertemuan ini memperkuat komitmen inter-regional antara Jakarta dan Bekasi. Melalui sinergi praktis, diharapkan keterbatasan infrastruktur dan pelayanan dapat diatasi, sehingga kota satelit seperti Bekasi bisa lebih kondusif dan berkembang secara merata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *