Jangan Protes MBG! Menkeu Tegaskan Ini Program untuk Rakyat

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa hadir di peringatan Hari Ibu ke-97 yang mengangkat tema “Kasih Ibu untuk Bumi: Merawat Alam, Menumbuhkan Harapan” (Fpto: Humas Kemenkeu)
El John News, Jakarta-Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengajak masyarakat untuk tidak terus memperdebatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai program tersebut bukan sekadar bantuan sosial biasa, melainkan instrumen strategis pemerintah untuk menjaga keseimbangan pembangunan nasional.
Purbaya menegaskan bahwa MBG memiliki peran penting dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
“Kalau itu enggak ada, high economic growth enggak jadi. Jadi jangan protes. MBG memang buat masyarakat,” ujar Purbaya di Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Menurutnya, pemerintah saat ini tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga memastikan distribusi kesejahteraan berjalan merata serta stabilitas sosial-politik tetap terjaga. Ia menilai kedua aspek tersebut menjadi fondasi utama agar pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Purbaya menjelaskan, MBG bersama berbagai program sosial lainnya dirancang untuk menopang dua pilar pembangunan, yakni pemerataan dan stabilitas sosial. Tanpa dua elemen tersebut, pertumbuhan ekonomi yang tinggi berisiko tidak bertahan lama.
Ia juga mengakui masih adanya kebingungan publik dalam memahami arah kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, ia mencoba merumuskan strategi tersebut dalam tiga pilar utama.
“Orang masih bingung apa strategi ekonomi pembangunan Presiden Prabowo. Tapi yang saya terjemahkan ada tiga: pertumbuhan ekonomi tinggi, pemerataan dan stabilitas sosial,” jelasnya.
Dari sisi anggaran, pemerintah mengalokasikan dana MBG sebesar Rp355 triliun pada 2026. Jumlah tersebut terdiri dari Rp268 triliun dalam pagu APBN serta Rp67 triliun sebagai dana cadangan.
Angka ini melonjak tajam dibandingkan alokasi tahun 2025 yang sebesar Rp71 triliun. Peningkatan anggaran tersebut selaras dengan perluasan cakupan penerima manfaat.
Sepanjang 2026, pemerintah menargetkan 82,9 juta orang menjadi penerima manfaat MBG, meningkat signifikan dari 55,1 juta penerima pada tahun sebelumnya.
Dengan perluasan ini, pemerintah berharap program MBG tidak hanya memperkuat perlindungan sosial, tetapi juga mendorong daya beli masyarakat serta menjaga stabilitas ekonomi nasional.
