Jelang Puncak Haji, Kemenhaj Atur Pergerakan Jemaah Demi Keselamatan

Petugas Haji sedang memberikan pendampingan kepada jemaah Haji Indonesia (Foto: Humas Kementerian Haji dan Umroh)
El John News, Jakarta-Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menerbitkan edaran terkait pengaturan pergerakan jemaah haji menjelang fase puncak ibadah haji atau Armuzna. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga kondisi kesehatan dan keselamatan jemaah di tengah meningkatnya aktivitas serta potensi kepadatan selama operasional haji berlangsung.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Maria Assegaff, mengatakan pengaturan mobilitas jemaah menjadi bagian dari upaya mitigasi pemerintah agar risiko kelelahan dan gangguan kesehatan dapat ditekan menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji.
“Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia juga telah mengeluarkan edaran terkait pengaturan pergerakan jemaah. Edaran ini menjadi bagian dari langkah mitigasi untuk kemudian menjaga kesehatan dan keselamatan jemaah, khususnya dalam mengantisipasi kepadatan, kelelahan, dan risiko gangguan kesehatan jelang fase puncak ibadah haji,” kata Maria.
Pemerintah meminta seluruh jemaah mematuhi aturan pergerakan yang telah ditetapkan, baik saat aktivitas dari hotel menuju Masjidil Haram, perjalanan dari Madinah ke Makkah, maupun saat persiapan menuju Armuzna.
“Kami meminta seluruh jemaah untuk bisa mengikuti ketentuan pergerakan yang memang telah ditetapkan, baik dalam aktivitas dari hotel ke Masjidil Haram, pergerakan dari Madinah menuju ke Makkah, maupun persiapan menuju rangkaian Armuzna atau puncak haji,” ujarnya.
Menurut Maria, kedisiplinan jemaah dalam mengikuti arahan petugas menjadi faktor penting agar seluruh layanan haji dapat berjalan aman, tertib, dan lancar. Ia juga mengingatkan jemaah untuk tidak memaksakan aktivitas fisik menjelang fase puncak haji karena rangkaian Armuzna membutuhkan kondisi tubuh yang prima.
“Jadi sekali lagi, kami imbau jemaah untuk tidak memaksakan diri karena fase puncak haji membutuhkan energi besar,” katanya.
Maria meminta jemaah memanfaatkan waktu yang tersisa untuk menjaga stamina, memperbanyak ibadah, dan mempersiapkan diri secara optimal sebelum memasuki puncak pelaksanaan haji.
“Karena itu, gunakan waktu yang ada untuk menjaga stamina, memperkuat niat, memperbanyak doa, dan mempersiapkan diri dengan baik,” ujarnya.
Hingga hari ke-21 operasional haji, pemerintah mencatat sebanyak 341 kelompok terbang atau kloter dengan total 132.057 jemaah serta 1.361 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Sementara itu, sebanyak 240 kloter yang membawa 92.767 jemaah dan 960 petugas sudah tiba di Makkah untuk menjalani persiapan menuju fase Armuzna.
