Jelang Tanamkan Modalnya, PT Lotte Petrochemical Titan Ingin Ajukan Tax Holiday

0
pt lotte

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memberikan perkembangan terkini mengenai investasi perusahaan petrokimia asal Korea Selatan yakni PT Lotte Petrochemical Titan. Airlangga mengatakan saat ini PT Lotte Petrochemical Titan sedang membangun pabrik di kawasan industri Krakatau Steel di Cilegon, Banten. Dan proses pembangunannya pun masih tahap pembebasan lahan.

“Progresnya sekarang baru pembebasan lahan sekitar 60 hektar. Dia masih butuh tambahan 40 hektar untuk reklamasi dan lainnya,” kata Menperin Airlangga Hartarto di Kemenperin, Jakarta, Senin, 10 Juli 2017.

Meski pabrik yang dibangunnya masih proses pembebasan lahan, namun PT Lotte Petrochemical Titan akan mengajukan  insentif fiskal berupa pengurangan pajak sementara atau yang disebut tax holiday  terkait rencana investasi sebesar 3,5 miliar dollar AS di Indonesia.

Sepertinya rencana PT Lotte Petrochemical Titan akan kandas jika aturan yang diberlakukan pemerintah tidak dipenuhi . Direktur Industri Kimia Dasar Kementerian Perindustrian Muhammad Khayam mengatakan, aturan yang harus dipenuhi itu yakni PT Lotte Petrochemical Titan dapat mengajukan tax holiday dalam bentuk proposal akan diajukan saat investasi tersebut sudah masuk dalam tahap konstruksi

Lotte belum mengajukan proposal  tax holiday karena mereka harus investasi benaran dulu. Tahapannya begitu. Ada tanah yang sudah dibebaskan, namun mereka minta tambah lagi untuk buat jetty (dermaga).

“Kalau lewat jetty lama, alat baru yang besar ini akan terhambat,” kata Khayam.

Pihaknya berharap, agar proses  tax holiday ini bisa dilakukan secepatnya. Hal itu disebabkan fasilitas  tax holiday hanya berlaku hingga 18 Agustus 2018.

Tax holiday nantinya berakhir tahun 2018, sehingga pemerintah harus perpanjang lagi kalau Lotte mau mengajukan  tax holiday. Tapi kami lihat sih peraturannya akan diperpanjang, karena kami akan butuh banyak investasi yang perlu dikasih insentif,” jelasnya.

Lotte Chemical akan segera merealisasikan investasinya untuk memproduksi naphtha cracker dengan total kapasitas sebanyak 2 juta ton per tahun.

Sebagai informasi, proyek tersebut akan menyerap tenaga kerja sekitar 6.000 orang dan 3.000 orang saat mulai beroperasi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *