Kadispar Bangli Berharap Delegasi IMF-WBG Datang Lagi Ke Desa Penglipuran

0
b2a9addf-df4a-451b-9932-fff9da44ca99

Tarian Pendet menyambut kedatangan ratusan delegasi dari 189 di Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali, pada Sabtu, 13 Oktober 2018. Delegasi tersebut merupakan peserta Annual Meeting IMF-World Bank Group (WBG) yang berlangsung sejak tanggal 8 hingga 14 Oktober 2018 di kawasan Nusa Dua Bali.

Desa wisata Penglipuran menjadi satu dari empat destinasi wisata yang dikunjungi delegasi dalam program city tour di hari terakhir. Program ini, menjadi rangkaian kegiatan Annual Meeting yang disiapkan Panitia Nasional kepada para delegasi.

Kedatangan delegasi di desa terbaik dunia ini, didampingi antar lain Anggota Subbid Program Pemerintah Panitia Nasional Annual Meeting IMF-WBG Bob Arfan dan sejumlah Putri-putri Pariwisata Indonesia dibawah naungan Yayasan EL JOHN Indonesia.

Selain itu, juga hadir Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bangli Wayan Adnyana, Ketua DPRD Bangli Ngakan Kuta Parwata dan didampingi Jegeg dan Bagus Bangli.

Di desa Penglipuran ini, para delegasi disuguhkan kuliner khas Bali seperti Loloh Cencem dan minuman yang diproduksi di Desa Penglipuran. Selain itu, para delegasi juga diajak melihat kerajinan tangan khas Desa Panglipuran, seperti cincin, tenun dan batik.

“Terus mereka diajak berinteraksi dengan penduduk di desa Palingpuran. Mereka masuk ke rumah-rumah penduduk melihat demo yang dibuat penduduk disini seperti melukis. Rumah-rumah penduduk disini dijadikan homestay dan guest house. Selain itu disini juga disediakan fasilitas untuk MICE,” kata Wayan saat diwawancara tim liputan El John News, di sela-sela kunjungan delegasi di Desa Wisata Penglipuran, Sabtu,13 Oktober 2018.

Wayan mengucapkan terima kasih kepada para delegasi yang telah berkunjung ke Desa Wisata Penglipura. Kedatangan delegasi bermanfaat karena dapat memperkenalkan secara langsung Desa Wisata ini. Biasanya promosi dilakukan diluar negeri, namun kali ini dinikmati dan dirasakan para delegasi.

“Kita harapkan mereka bisa balik ke Bangli ini, tentu dengan membawa keluarga dan kerabat. Ini kan desa wisata budaya, bagaimana kita menyuguhkan keindahan suatu desa dengan adat istiadat, culture-nya, kemudia kita tunjukan keramahtamahan kita,” ujar Wayan.

Dengan total luas 112 hektar yang terdiri dari 12 hektar area rumah penduduk, 49 hektar ladang dan 37 hektar hutan bambu, desa wisata ini dijamin dapat menarik perhatian siapapun yang berkunjung. Desa Penglipuran bahkan pernah mendapat penghargaan Kalpataru dan menyabet predikat sebagai desa terbersih di dunia bersama desa di Belanda dan India pada 2016 silam. i Desa Penglipuran ini semua tradisi dari leluhur masih dijaga dan wajib dilestarikan oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini sebagai perwujudan upaya melestarikan budaya yang dilakukan oleh masyarakat Pulau Bali yang dikenal sebagai umat Hindu yang religius.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *