BusinessEconomicHeadline NewsInvestment

Kapolri Pastikan Tahun Depan Kondisi Indonesia Aman Untuk Berinvestasi

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Tito Karnavian angkat bicara terkait kondisi keamanan Indonesia di tahun 2018 mendatang. Kapolri mengatakan tahun depan adalah tahun politik karena akan ada pilkada dan mendekati pilpres, medki demikian Kapolri memastikan kondisi politik di Indonesia aman terkendali. Selain untuk  menjaga citra Indonesia, kondisi kondusif di tahun 2018 juga untuk menyambut proyeksi negara maju yang akan menyasar kawasan Asia Tenggara sebagai tempat berinvestasi.

“Pada 2018, Insya Allah saya menjamin kondisi akan aman. Kalau pun ada dinamika-dinamika kecil, itu masih wajar, asalkan tidak dimanfaatkan dengan memasukkan isu-isu primordial,” kata Kapolri dalam acara bertajuk Indonesia 2018 Sailing Through Economic and Political Tide di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta.

Kapolri mengaku mendapatkan bocoran terkait pergerakan investasi asing, khususnya  negara-negara maju. Menurut Kapolri investor dari negara maju kini sedang memusatkan  perhatiannya kepada ASEAN, pasalnya negara-negara yang tergabung di ASEAN relatif aman. Negara-negara di ASEAN   tak pernah terlibat konflik dengan negara manapun.

“Mekanisme pembentukan ASEAN di Asia Tenggara telah terbukti mampu menghindari peperangan antarnegara,” terang Kapolri.

Menurut Kapolri,  gesekan politik di negara-negara ASEAN tidak pernah berakhir dengan pertumpaan darah yang bekepanjangan. Bahkan gesekan itu,  dapat diselesaikan dengan cepat. Hampir semua negara-negara di kawasan Asia Tenggara membutukn investasi dari negara lain. Karena itu, keamanan negara menjadi harga mati untuk dipertahankan agar laju investasi semakin meningkat

“Sekarang ini justru sedang terjadi perang ekonomi, bukan perang secara militer. Hegemoni Amerika Serikat tetap berjalan,” tambahnya.

Lebih lanjut Kapolri mengungkapklan perkembangan peradaban mulai memunculkan paradigma liberalisme atau terbentuknya non-state actor dalam hubungan internasional. “Akhirnya, paradigma konstruktivisme muncul dan menciptakan norma pengaturan state dan non-state actor, seperti adanya PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa,” kata Karnavian.

Guna menyikapi dominasi tersebut, sebut Kapolri, penting meraih hegemoni yang memang potensial dimiliki Indonesia. “Kita harus menjadi negara dominan, apalagi sekarang kita sudah tercatat sebagai negara dengan ekonomi terbesar ke-16 dunia dan sebagai anggota G20,” tuturnya.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button