Karya Developer Indonesia Diminati Pasar Dunia di Game Connection America 2018

0
180485-pertama

Salah satu showcase gim internasional terbesar Game Connection 2018 telah digelar pada tanggal 19 – 21 Maret 2018 lalu di San Francisco, Amerika Serikat (AS). Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mengirimkan 8 pelaku kreatif yang telah dikurasi pada bulan Januari-Februari lalu untuk mewakili Indonesia ke perhelatan yang memiliki slogan “The Deal Making Event” ini. Delegasi Indonesia menempati booth Archipelageek Bekraf yang bertempat di AT&T Park Giants Stadium.

Delapan pelaku industri gim nasional ini diantaranya adalah Assemblr, Semisoft, Ghost Parade, Megaxus, Tinker, Agate, Lyto dan Gudang Voucher. Selain itu, hadir pula perwakilan dari Asosiasi Games Indonesia (AGI) yang turut mendampingi kedelapan peserta. Selain showcase, para delegasi ini juga memiliki sejumlah target utama di event ini, mulai dari mencari publisher, co – development partner, investor hingga outsourcing.

Sejak awal diadakannya di tahun 2001 silam, Game Connection bertujuan untuk memfasilitasi pertemuan serta perjanjian kesepakatan antara aktor – aktor yang terlibat dalam industri gim serta aplikasi global, seperti developer, publisher, distributor serta service provider. Peran inilah yang menjadi fokus dari event ini, terutama dengan desain match making system yang dirancang oleh panitia acara agar business meeting terjalin secara efektif dan optimal.

Selama tiga hari acara berlangsung paviliun Archipelageek hasil kolaborasi Deputi Pemasaran, Deputi Infrastruktur dan AGI ini terbilang sukses dalam menarik animo para pengunjung untuk menyimak hasil karya para delegasi Indonesia. Hal ini diungkapkan sendiri oleh Deputi Pemasaran Bekraf, Joshua Simandjuntak. Menurut Joshua, keseriusan Bekraf dan AGI untuk mewujudkan paviliun Indonesia di Game Connection kali ini terbayar dengan tingginya jumlah pengunjung paviliun. “Booth Indonesia terbilang unik, karena belum ada paviliun sebuah negara yang didesain seperti ini. Karena untuk pertama kalinya Indonesia hadir di sini, kita ingin meningkatkan ‘presence’ dari Indonesia, dan hal ini nampaknya cukup berhasil. Karena banyak yang datang ke booth kami dan melihat kesiapan paviliun yang luar biasa, mereka menjadi confidence. Mereka menganggap bahwa Indonesia sangat serius dan memang kami sangat serius untuk mendukung para game developer (delegasi Archipelageek) ini untuk berkembang,” ujarnya seperti dilansir dari situs resmi Bekraf.

Di samping kesuksesan paviliun Indonesia secara umum, beberapa capaian menggembirakan juga berhasil dibukukan oleh sejumlah game developer yang mewakili Indonesia dalam acara ini. Beberapa produk yang ditampilkan oleh para delegasi disambut baik oleh para publisher, investor hingga game developer dari negara lain. Beberapa prestasi yang berhasil diraih diantaranya:

Tinker berhasil membukukan 9 kali meeting dengan sejumlah business partner pada hari pertama gelaran Game Connection 2018. Muhammad Ajie, CEO dari perusahaan yang berkonsentrasi pada bidang mobile games, vr games dan augmented reality ini, menyatakan bahwa aplikasi set-up meeting yang dibuat oleh panitia sangat membantu mereka untuk bertemu dengan banyak potential partner dalam bidang co-development dan publishing.

Assemblr, dengan produk mereka yang berjenis user generated content dan berbasis augmented reality (AR), berhasil melakukan kontak dengan beberapa partner potensial. Salah satu diantaranya adalah pertemuan dengan seorang influencer marketing asal AS untuk kebutuhan mereka akan community developer.

Lentera Nusantara berhasil mendapat sejumlah pujian terkait dengan orisinalitas gagasan mereka dalam gim Ghost Parade yang mengangkat tema kultur mistis asal Indonesia. Dengan karakter hantu “lokal” dalam balutan desain yang sangat “global”, Ghost Parade juga sukses menarik perhatian sejumlah publisher kelas dunia dan komunitas game developer internasional.

Megaxus, melalui CEO Felix Darmoko, memuji sistem penyelenggaraan meeting Game Connection yang sangat efektif untuk membantu mereka membuka potensi bisnis global. melalui match making system, ia mengaku berhasil bertemu dengan beberapa perusahaan gim asing untuk membuka peluang bisnis mereka di luar negeri.

Lyto, sebagai pionir perusahan game publishing di regional Asia Tenggara, juga mengungkapkan kekagumannya terhadap penyelenggaraan event ini. Menurut Christian Lyman, CEO Lyto, acara ini dapat mempertemukan mereka dengan sejumlah stakeholder industri gim terkemuka, seperti Japan External Trade Organization (JETRO) dan beberapa agensi kreatif nasional lainnya asal Brazil dan Taiwan.

Selanjutnya ada Semisoft yang mengaku bertemu dengan banyak partner potensial dalam pentas Game Connection kali ini. AJ Jonathan, CEO dari perusahaan yang kondang dengan game Legrand Legacy-nya ini, bertemu dengan banyak publisher internasional yang tertarik dengan produk mereka. Rangkaian pertemuan ini rencananya akan ditindaklanjuti dengan pengiriman company data Semisoft kepada para publisher tersebut.

Agate, perusahaan game developer asal Bandung yang telah mengembangkan lebih dari 200 gim pada platform mobile, PC dan console sejak tahun 2009, serta telah beroperasi di Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Temu bisnis dengan CEO salah satu perusahaan game publisher asal Polandia menjadi salah satu capaian yang diraih Agate dalam event ini.

Tidak kalah hebat dicapai oleh Gudang Voucher, sebagai salah satu pionir penyedia jasa payment service game di Indonesia, mendapat beberapa peluang kerjasama yang cukup menjanjikan pada hajatan Game Connection kali ini. Selain melakukan upaya networking dengan sejumlah stakeholder industri gim, Gudang Voucher juga berhasil menorehkan kesepakatan bisnis dengan sejumlah pihak, terutama dengan beberapa perusahaan asal Korea Selatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *