Kawah Sileri Meletus, BNPB Pastikan Objek Wisata Dieng Aman

0
kawah-sileri_20180401_180721

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencara, Sutopo Purwo Nugroho memastikan letusan yang muncul di Kawah Sileri di Kompleks Gunung Api Dieng , Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah tidak menganggu aktivitas masyarakat untuk berwisata di objek wisata Gunung Api Dieng. Hanya saja, wisatawan dilarang mendekati lokasi letusan.

“Aktivitas masyarakat berjalan normal. Tidak ada kepanikan dan pengungsian. Objek wisata di Kompleks Gunung Api Dieng tetap dibuka dan beroperasi normal. Masyarakat dan wisatawan tidak diperbolehkan mendekati Kawah Sileri pada jarak 100 meter dari bibir kawah,” himbau Sutopo dalam keterangan tertulis.

Seperti diketahui Kawah Sileri mengeluarkan letusan freaktik pada Minggu, 1 April 2018, sekitar pukul 13.42 WIB. Letusan disertai semburan lumpur setinggi 150 meter tersebar di beberapa titik.

Sutopo menjelaskan Letusan freaktif merupakan jenis letusan gunung api oleh tekanan uap air di bawah kawah. Tekanan ini akan mendorong material lumpur, asap, dan air yang berada di bagian atasnya.

“Semburan lumpur dengan tinggi 150 meter yang tersebar sejauh 100 meter ke arah timur, 50 meter ke arah utara, 200 meter ke arah selatan, 100 meter ke arah barat laut dan 50 meter ke barat. Tidak terdeteksi adanya gas beracun dari letusan tersebut. Gas beracun berupa CO2, H2S dan SO2 tidak terdeteksi,” ujar

Sutopo menuturkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara bersama Pos Pengamatan Gunungapi Dieng PVMBG, TNI, Polri, serta relawan dan pengelola objek wisata Dieng, terus memantau aktivitas Sileri. Hingga pukul 19.00 WIB, tampak tidak terlihat adanya letusan susulan.

Kendati begitu, kata Sutopo, letusan freatik sulit untuk dideteksi. Adanya massa air, terutama di musim penghujan, menyebabkan munculnya hawa panas di dalam kawah. Hal ini mengakibatkan terjadinya tekanan uap air.

Letusan freatik Kawah Sileri bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, Kawah Sileri pernah meletus pada 2 Juli 2017. Lontaran material lumpur setinggi 150 meter dengan jarak lontaran sejauh 50 meter dari bibir kawah tersebar ke arah selatan dan utara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *