Kehadiran MRT Bakal Banyak Tarik Investor Bangun Perkantoran
Kehadiran Mass Rapid Transit (MRT) bukan hanya sebagai solusi untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk menunjang aktivitasnya, namun keberadaan MRT itu juga dapat menarik banyak investor untuk menanamkan modalnya di sektor properti.
Senior Associate Director Colliers International Ferry Salanto menilai akan semakin banyak investor yang ingin membangun gedung-gedung perkantoran di Jakarta yang lokasinya di lewati MRT.
“Satu di antara yang membuat gedung menjadi lebih besar adalah infrastruktur seperti MRT,” kata Ferry dalam paparan properti di Jakarta, Rabu, 4 Maret 2018.
Menurut Ferry, pemerintah harus dapat menerbitkan kebijakan yang dapat memberikan kemudahan bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan usaha di sekitar jalur MRT. Ferry optimis, jika kebijakan itu terbit maka investasi di Jakarta akan lebih menggeliat dan juga dapat memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Ferry mengatakan, dengan MRT dan sejumlah kebijakan lainnya seperti menaikkan tarif parkir yang diharapkan akan menarik semakin banyak warga untuk menggunakan transportasi publik sehingga koefisien luas bangunan bisa ditingkatkan sehingga gedung semakin tinggi.
Karena saat ini belum beroperasi, kata Ferry, maka keberadaan MRT dinilai belum menjadi faktor pendorong penyewa untuk berpindah ke berbagai gedung di sekitar stasiun MRT.
Ferry mengingatkan kemudahan akses dan transporasi bakal tetap menjadi pertimbangan penyewa untuk menentukan lokasi ekspansi yang akan mereka lakukan.
Rencananya Pemerintah mulai mengoperasikan MRT pada tahun 2019 mendatang. Hingga saat ini pembangunan moda transportasi terbaru dan tercanggih ini diklaim sudah mencapai 92,50 persen.
Sementara itu, Hari ini, Rabu, 4 April 2018, dua rangkaian kereta (dua belas kereta) MRT Jakarta tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Proses penurunan kereta dari kapal kargo akan dilakukan pada Kamis, 5 April 2018 dan dilanjutkan untuk proses pengiriman ke Depo Lebak Bulus dengan menggunakan multi-axle trailer menuju ke Depo Lebak Bulus. Proses pengiriman akan berlangsung hingga 8 April 2018 sejak pukul 22.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB untuk mengurangi dampak kepadatan lalu lintas yang ditimbulkan.