Kembali Digelar, BRICS Innovation Contest 2026 Dorong Revolusi Industri Indonesia
Tamu Kehormatan foto bersama bergandengan tangan usai membuka kompetisi (Foto: Panitia)
El John News, Jakarta-Indonesia kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang BRICS Industrial Innovation Contest 2026 yang digelar di Hotel Borobudur setelah sukses menyelenggarakan kompetisi serupa pada tahun sebelumnya. Penyelenggaraan tahun ini dinilai menjadi bukti semakin eratnya kerja sama inovasi industri antara Indonesia dan Tiongkok di bawah kerangka Kemitraan BRICS untuk Revolusi Industri Baru.
Mengusung tema “Inovasi dan Pengembangan BRICS: Mempercepat Revolusi Industri Baru”, kompetisi tahun ini berfokus pada empat bidang utama, yakni artificial intelligence, industri hijau, low altitude technology, dan elektronika energi. Bidang-bidang tersebut dinilai selaras dengan prioritas pembangunan industri dan transformasi teknologi Indonesia saat ini.
Kompetisi ini diselenggarakan oleh Pusat Kerja Sama Ekonomi dan Teknologi Internasional Kementerian Industri dan Teknologi Informasi Tiongkok dan didukung sejumlah kementerian serta lembaga di Indonesia, termasuk Badan Riset dan Inovasi Nasional, Kementerian Perindustrian, Kementerian Investasi dan Hilirisasi Industri, hingga Perhimpunan Tionghoa Indonesia atau INTI.
Kompetisi ini turut di hadiri sejumlah pengurus Perhimpunan INTI di antaranya Sekretaris Jenderal Perhimpunan INTI Chandra Jap dan Wasekjen Jeanne Laksana
Selain itu, beberapa pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) juga ikut hadir, seperti Dewan Penyantun Abraham Rudy Hartono, didampingi jajaran Dewan Kehormatan yaitu Muliawan Jahja, Effendi Tjoeng, dan Haryanto Yap, Ketua Umum Persaudaraan Wanita Tionghoa Indonesia (Perwanti-PSMTI) Helga Abraham, WKU Dept. Koordinasi Ormas Tionghoa Tirtahadi Sendjaja, WKU Dept. Koordinasi Marga-Marga Untung Chandra,WKU Dept. Pendidikan dan Kesehatan Prof. Ariawan Gunadi serta WKU Dept. Sosial dan Lingkungan Hidup Lusiana Oey.


Kompetisi tahun ini diikuti hampir 100 proyek inovasi dari Indonesia. Setelah melalui proses seleksi awal, sebanyak 52 tim terbaik lolos ke tahap presentasi langsung. Tim pemenang nantinya akan mewakili Indonesia pada final global di Xiamen.
Sekretaris Jenderal Perhimpunan INTI Chandra Jap, mengatakan bergabungnya Indonesia ke dalam BRICS membuka peluang kerja sama inovasi industri yang semakin luas antara Indonesia dan Tiongkok.
“Kompetisi ini memberikan platform yang luar biasa bagi inovator Indonesia untuk mengakses sumber daya global,” ujar Chandra Jap.
Ia berharap peserta Indonesia mampu menunjukkan kemampuan terbaik mereka dan kembali meraih prestasi di final global, sebagaimana capaian delegasi Indonesia pada tahun sebelumnya.


Penyelenggaraan BRICS Industrial Innovation Contest 2026 mendapat apresiasi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Direktur Proyek Kerja Sama Penelitian Internasional BRIN Ajeng Arum Sari, menilai kompetisi tersebut sejalan dengan fokus pengembangan riset nasional.
“Kami berharap melalui kompetisi ini dapat lahir lebih banyak proyek penelitian unggulan, mempererat kolaborasi riset antara Tiongkok dan Indonesia, serta mempercepat pengembangan inovasi nasional,” ujar Ajeng dalam sambutannya.
Dukungan serupa juga disampaikan Direktur Promosi Wilayah Kementerian Investasi dan Hilirisasi Industri, Cahyo Purnomo. Ia mengatakan ajang inovasi industri BRICS dapat menjadi sarana strategis untuk mempertemukan inovator lokal dengan teknologi dan investasi internasional, khususnya dari Tiongkok.
“Kami berharap melalui kompetisi ini dapat lahir lebih banyak proyek inovasi lokal unggulan, sekaligus menarik teknologi dan investasi dari Tiongkok untuk bersama-sama mendorong peningkatan industri Indonesia dan mendukung visi Indonesia Emas 2045,” ujar Cahyo.


Sementara itu, Staf Ahli Urusan Penguatan Industri Lokal Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Adie Rochmanto Pandiangan, mengatakan penyelenggaraan Kompetisi ini, dapat menjadi momentum strategis untuk memperkuat ekosistem inovasi industri di Indonesia. Ajang tersebut diharapkan membuka peluang lebih besar bagi perusahaan lokal untuk terhubung dengan teknologi internasional dan mempercepat modernisasi sektor industri nasional.
“Kementerian Perindustrian saat ini terus berupaya mendorong transformasi digital dan hijau industri lokal Indonesia. Kami berharap kompetisi ini dapat memberikan vitalitas baru bagi inovasi industri nasional, membantu perusahaan lokal mengakses teknologi maju internasional, mempercepat peningkatan industri Indonesia, serta memberikan dukungan kuat bagi revolusi industri baru Indonesia,” ujar Adie.

Kompetisi Inovasi Industri BRICS dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat implementasi kemitraan antarnegara BRICS, khususnya di sektor teknologi dan pengembangan industri. Ajang ini juga memainkan peran penting dalam memperluas kerja sama praktis antaranggota BRICS melalui kolaborasi inovasi lintas negara.
Keberhasilan penyelenggaraan kompetisi di Indonesia menunjukkan semakin aktifnya peran Indonesia sebagai anggota pertama BRICS dari kawasan Asia Tenggara dalam mendorong tata kelola industri global berbasis inovasi. Indonesia dinilai mulai mengambil posisi penting dalam pengembangan ekosistem industri modern yang terhubung dengan negara-negara BRICS lainnya.
