Kemenkes Sediakan 3.910 Pos Kesehatan Untuk Layani Pemudik
Kementerian Kesehatan siap memberikan bantuan untuk penanganan arus mudik 2018. Bantuan yang diberikan yakni didirikannya 3.910 pos kesehatan yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Pos kesehatan ini akan melayani pemudik selama arus mudik dan balik berlangsung.
Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes Dokter Bambang Wibowo mengatakan jumlah pos kesehatan yang disediakan tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu.
“Ada 3.910 pos mudik, atau lebih banyak 84 titik dibandingkan dengan Lebaran pada tahun lalu,” kata Bambang di Semarang, Kamis malam, 31 Mei 2018.
Bambang menjelaskan ditambahnya pos kesehatan untuk tahun ini dikarenakan adanya penambahan jalur mudik seperti jalur alternatif, utamanya di jalur pantai selatan. Dengan demikian pelayanan pun harus ditambah agar pemudik merasa nyaman dalam perjalanan ke kampung halamannya.
“Jalan alternatif lebih banyak sehingga memerlukan pos kesehatan. Prinsipnya, pos kesehatan ini terintegrasi dengan kepolisian, Dinas Perhubungan, dan berbagai pihak terkait lainnya,” ujarnya.
Pos kesehatan itu terdiri dari pos kesehatan yang didirkan disaat arus mudik, rumah sakit, pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), balai, dan Public Safety Center (PSC) 119.
Khusus untuk pemudik yang menggunakan motor jangan, Bambang memina untuk tidak memaksakan diri jika mengalami kelelahan. Lebih baik berhenti di pos kesehatan untuk beristirahat agar kondisi tubuh bisa fit untuk melanjutkan perjalanan.
.
“Pemudik bisa juga memeriksakan kesehatannya di pos-pos kesehatan Lebaran yang ada. Kami akan terus sampaikan bagaimana menjaga keselataman berkendara kepada para pemudik,” katanya.
Selain itu, kata dia, pemudik berkendaraan bermotor harus menyempatkan beristirahat setidaknya 10 s.d. 15 menit setiap 4 jam berkendara untuk melakukan peregangan, selain tidak mengonsumsi obat yang menyebabkan kantuk.
